0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Petani Desa Dawung Biarkan Sawahnya Kekeringan

timlo.net/agung widodo

Petani Desa Dawung, Kecamatan Jenar membiarkan sawah dalam kondisi kering

Sragen – Warga di Dukuh Parangharjo, Desa Dawung, Kecamatan Jenar membiarkan tanah miliknya tidak ditanami sekali lantaran tidak ada air  selama musim kemarau tahun ini. Namun kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Koramil 11/Jenar Kodim 0725/Sragen yang memantau langsung kekeringan yang dialami petani Desa Dawung, Senin (10/8).

”Sebagian besar sawah di Dukuh Parangharjo merupakan sawah tadah hujan. Ini banyak yang dilanda kekeringan akibat musim kemarau,” ujar salah satu warga setempat, Hadi (53)

Anggota Babinsa Dawung, Sertu Hariono yang terjun langsung ke sawah milik petani pun langsung mengadakan dialog dengan petani terkait kesulitan yang dialami. Dari hasil pantauan ini akhirnya diketahui sebagian sawah atau ladang memang dibiarkan dalam kondisi kering sehingga tidak ditanami sama sekali. Kalau ada hanya beberapa sawah yang letaknya memang berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo.

”Kebanyakan para petani yang memiliki sawah tadah hujan membiarkan sawahnya tidak ditanami karena kesulitan air, hanya beberapa sawah saja yang ditanami karena dekat Bengawan Solo,” kata Sertu Hariono.

Kondisi agak berbeda dialami petani di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan. Kendati juga mengalami kekeringan, namun petani di sana masih bisa mengolah lahan merek dengan menanami kedelai. Penanaman kedelai di lahan seluas 10 hektar tersebut diharapkan meningkatkan hasil produktifitas pangan, sehingga perekonomian masyarakat bisa lebih sejahtera.

”Ini juga merupakan tugas TNI untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat, soal kesulitan dan kemajuan yang dihadapi petani. Ini untuk menuju swasembada pangan, sehingga perekonomian masyarakat secara nasional dapat lebih mapan,” kata Babinsa Desa Gemantar Koramil 14/Mondokan, Serda Burhanudin.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge