0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Pembunuhan Yulita, JPU akan Hadirkan 7 Saksi

dok.timlo.net/achmad khalik
Tersangka, Nanang Aryanto (20) usai menjalani sidang perdananya pada Rabu (5/8) lalu (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus pembunuhan di Hotel Setya Kawan dengan korban Yulita Wulandari (33), warga Mojolaban, Sukoharjo rencananya akan menghadirkan tujuh saksi dalam sidang lanjutan yang akan digelar Rabu (12/8) mendatang. Ketujuh saksi yang dihadirkan merupakan karyawan hotel yang mengetahui kedatangan tersangka saat peristiwa tersebut terjadi.

“Rencananya akan menghadirkan tujuh orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Termasuk, salah seorang saksi yang dikelabui tersangka saat hendak mengecek suara ribut dari dalam kamar No. 1 hotel tersebut,” terang JPU, Hasrawati Musytari saat berbincang dengan wartawan, baru-baru ini.

Ketujuh saksi yang dihadirkan, kata Jaksa, akan dibagi menjadi dua sesi. Pada Rabu (12/8) pihaknya akan menghadirkan empat saksi terlebih dahulu. Sedangkan, untuk sidang berikutnya atau pada Rabu (19/8) mendatang tiga saksi lagi.

“Kita bagi dua, kalau seluruhnya dihadirkan waktu yang disediakan tidak akan mencukupi,” jelasnya.

Sejumlah saksi yang akan dihadirkan, diantaranya Edi Trisno (41), Suparmin (56), Prihatin (40), Yosef Piyono (36), Petrus Mulyono (59), Surjo (47) dan Odri S (48).

Sebelumnya diberitakan, terdakwa, Nanang Aryanto (20) membunuh Yulita Wulandari (33) warga Ganggang, RT. 03/ RW. 08 Kelurahan Gadingan, Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo di Hotel Setya Kawan Jalan Tarakan, RT 02/ RW 03, Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari pada Senin (4/5) lalu

Sebelum dibunuh, terdakwaa sempat berhubungan intim dengan korban. Dalam kesempatan tersebut Nanang cemburu lantaran  Yulita juga  memiliki hubungan spesial dengan lelaki lain. Mengetahui hal tersebut, terdakwa mengambil pisau lipat dan disembunyikan dibalik badannya.

Melihat hal itu, korban sempat menanyakan gelagat buruk terdakwa. Namun, koban diajak ke kamar mandi dan mengatakan akan diberi kejutan. Korban diminta tutup mata dan menghitung sampai sepuluh. Baru hitungan ke 7 Nanang sudah menusuk korban. Karena korban berteriak, Dia panik dan menusuknya berkali kali.  Mendengar teriakan tersebut, kamar itu kemudian didobrak oleh warga dan terbuka sedikit. Dia meminta warga tidak ikut campur dan mengatakan bahwa Yulita adalah istrinya. Setelah itu Nanang melanjutkan aksinya dengan melilit leher korban dengan kain sprei. Setelah korban tidak berdaya, dia lari dengan motor korban. Dia sempat ditegur petugas hotel namun mengacuhkannya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge