0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Daging Impor Dijamin Tak Masuk Wonogiri

Kepala Disperindagkop UMKM Wonogiri Guruh Santosa (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Menjelang Hari Raya Idul Adha kekhawatiran pedagang daging sapi sangat beralasan. Banyaknya pedagang dan peternak sapi yang mimilih menahan menjual ternaknya menjadi pemicu naiknya harga daging di sejumlah pasar tradisional karena langkanya sapi potong di pasaran.

“Kalau dilepas di pasaran mendekati Idul Adha, harganya kan bisa naik,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop UMKM) Wonogiri, Guruh Santoso saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (10/8).

Menurut Guruh, sebenarnya harga daging sapi maupun harga sapi di pasaran relatif stabil. Namun, tren harga sapi akan cenderung naik menjelang Idul Adha bulan mendatang.

“Sapi-sapi siap potong hanya berkisar Rp 14 juta – Rp 15 juta, tapi itu jenis sapi lokal,” katanya.

Dikatakan, jika sapi-sapi tersebut ditahan terlebih dahulu oleh pedagang ataupun peternak, sangatlah wajar. Secara prinsip, harga sapi mendekati Idul Adha bakal naik sekitar 50 persen.

“Hitungan bisnis. Jenis sapi lokal bisa tembus Rp 18 juta hingga Rp 20 juta,” jelasnya.

Ditambahkan, kenaikan dan kelangkaan sapi di pasaran di Wonogiri murni disebabkan oleh para pedagang dan peternak sapi. Ditegaskan, pihaknya sampai saat ini belum mendapati tengara adanya suplai daging sapi impor.

“Kalau sapi impor saya jamin tidak masuk ke Wonogiri, paling hanya di kota-kota besar,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge