0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lomba Mural, Tak Sekedar Corat-coret di Jalanan

timlo.net/heru murdani

Lomba Mural di Kampung Ngemplak, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari

Solo – Tawa riang anak-anak Kampung Ngemplak, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari pecah ketika lomba menggambar dalam rangkaian perayaan kemerdekaan dilaksanakan. Medianya bukan kertas, melainkan beton jalan di tengah pemukiman warga.

“Mulanya memang kita sering mengadakan lomba menggambar dengan media kertas, kemudian karena sudah terlalu sering, kita coba media yang lain, yakni jalanan. Ternyata memang disetujui oleh warga, maka jadilah kegiatan mural ini,” ungkap salah seorang pemrakarsa acara mural, Anis Dyah Ayu Masita, Minggu (9/8).

Awalnya, jalanan seluas tiga meter itu dibagi menjadi dua. Kemudian dibuat kotak-kotak sebagai batas antar karya gambar. Kemudian anak-anak diminta membuat sketsa gambar dengan menggunakan kapur dan kemudian mewarnainya. Dengan menggunakan cat tembok beraneka warna mereka mulai menggambar.

Keseruan pun terjadi. Jumlah kaleng cat yang tidak sebanding dengan jumlah anak membuat mereka berebut untuk mendapatkan cat. Cat tersebut tumpah dimana-mana. Bahkan ada anak yang belepotan cat ditangan dan mukanya.

Seakan tak mau kalah dengan peserta lomba, sejumlah bapak yang menunggui anak mereka juga ikut sibuk dalam acara tersebut. Ada yang turut membuatkan sketsa untuk anaknya, ada juga yang ikut mewarnai.

Macam-macam gambar mereka. Ada gambar pemadangan, gambar rumah dengan merah putih berkibar didepannya, juga ucapan selamat ulang tahun untuk NKRI yang ke-70 tahun. Anak-anak itu mengekpresikan kemerdekaan ala mereka dalam bentuk lukisan mural.

“Lomba ini diadakan terbuka untuk anak-anak mulai dari PAUD hingga kelas 6 sekolah dasar, makanya jadi seperti ini, untuk anak PAUD masih harus dibantu oleh orang tua mereka,” katanya.

Untuk menghindari anak-anak mencorat-coret secara liar di jalanan, kata Anis, dirinya melibatkan anak-anak dalam proses perijinan. Misalnya, dengan meminta persetujuan warga sekitar tempat yang akan digambar. Dia mengatakan hal ini penting dilakukan supaya anak-anak bisa mengerti, bahwa yang hal mereka lakukan berbeda dengan corat-coret di jalanan.

“Dengan begitu, kita menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak. Bukan hanya dengan melarang saja, melainkan kita melibatkan anak dengan contoh nyata,” ujar gadis berkedurung ini.

Lomba mural jalanan yang digawangi oleh Rumah Hebat Indonesia (RHI) ini diikuti oleh 50 orang anak, dengan media gambar sepanjang 100 meter.

Selain lomba mural, rencananya pada tanggal 17 Agustus 2015 pekan depan, RHI juga akan mengadakan upacara bendera, dengan warga kampung sekitar.

“Warga kampung (yang sudah tidak bersekolah) kan sudah jarang ikut upacara bendera, maka kita ajak untuk bisa ikut upacara peringatan detik-detik proklamasi nanti,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge