0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Efek Gunung Raung, Sejumlah Maskapai ke Australia Pilih Delay

merdeka.com

Penerbangan ke Australia tertahan

Timlo.net — Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali sudah menunjukkan aktivitas setelah sempat ditutup selama empat setengah jam pada Sabtu pagi (8/8). Namun, sejumlah maskapai tujuan Australia masih memutuskan untuk tidak terbang hingga Minggu (9/8) petang.

Ketentuan untuk tidak memberangkatkan penumpang tujuan Denpasar-Australia ini dilakukan oleh pihak maskapai penerbangan asing terutama Jetstar dan Virgin Air. Hal itu karena masih pekatnya awan di atas wilayah tenggara menuju Australia akibat debu Gunung Raung.

Akibatnya ratusan penumpang khususnya warga negara asing, tertahan di Bandara Ngurah Rai sejak semalam. Mereka batal terbang bukan karena pihak bandara memberlakukan penutupan tetapi akibat efek abu Gunung Raung hingga Maskapai penerbangannya asing memilih membatalkan penerbangan.

“Kabarnya di wilayah menuju Australia tertutup awan pekat efek gunung Raung,” ungkap salah seorang petugas di Bandara Ngurah Rai, Minggu (9/8) di Denpasar Bali.

Sumber ini juga menyebutkan, bahwa pembatalan penerbangan terjadi sejak Sabtu malam (8/8). Dari masing-masing maskapai terpaksa mengantarkan para penumpang untuk menginap di hotel terdekat di wilayah bandara.

CO GM Angkasa Pura I Ngurah Rai, I GST Ngurah Putu Arditha membenarkan hal ini. Untuk mengantisipasi keluhan dari para wisatawan asing, ini. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan maskapai masing-masing untuk menyediakan pelayanan penginapan.

“Kami bantu penyediaan bus untuk mengantar penumpang ke hotel terdekat,” akunya di Bandara Ngurah Rai.

Hal serupa juga dibenarkan salah satu hotel di wilayah Tuban. Bahwa sejak semalam kamar sudah penuh dipesan wisatawan yang batal terbang.

“Syukurnya kami ada tersedia untuk fasilitas kamar dalam menampung sejumlah wisatawan yang batal pulang ke negaranya,” kata I Made Ramia, GM Hotel Sovereign Bali di Tuban.

Kata Ramia, sudah sejak semalam silih berganti berdatangan tamu menginap dari bandara. Bahkan untuk layanan ini lebih dari 100 kamar dipesan.

“Bisa dikatakan ada 300 wisatawan yang menginap di hotel kami. Jumlah tersebut dari wisatawan yang terganjal di Bandara karena batal terbang,” papar Ramia.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge