0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Pangan Boyolali Aman

timlo.net/nanin

Petani mencabuti benih padi

Boyolali — Meski diprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang, namun stok pangan di Kabupaten Boyolali dipastikan aman. Kondisi ini tidak lepas dari kesadaran petani yang menanam sesuai cuaca.

“Kesadaran petani inilah yang turut andil dalam menjaga ketahanan pangan,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Boyolali, Juwaris, Minggu (9/8).

Lebih lanjut, sikap realistis petani dalam bercocok tanam bisa menekan dampak musim kemarau. Bila dulu banyak petani yang nekat menanam padi saat musim kemarau meski ketersediaan air irigasi cukup kritis, namun saat ini pola tanam berubah. Petani mulai sadar untuk menanam palawija saat musim kemarau. Seperti misalnya di wilayah Boyolali Utara dengan lahan tadah hujan, saat ini beralih menanam palawija, kacang tanah, dan jagung.

“Petani sudah tidak berani berspekulasi menanam padi di musim kemarau, takut gagal panen,” imbuhnya.

Meski perubahan pola tanam tersebut berimbas pada menurunnya jumlah panen beras. Namun kebutuhan beras untuk masyarakat masih tercukupi dari hasil panen di wilayah Boyolali selatan yang sumber irigasi selalu tersedia sepanjang tahun. Seperti di Kecamatan Banyudono dan Ngemplak.

“Kita juga maksimalkan 42 lumbung padi, dimana per lumbung padi mampu menyimpan cadangan pangan sebanyak 50 ton,” tambahnya.

Lumbung-lumbung padi tersebut akan mulai diisi dari hasil panen masa tanam ketiga. Lumbung padi ini mempunyai peran strategis sebagai cadangan pangan bila terjadi gagal panen atau kekurangan pangan di Boyolali. Kebutuhan konsumsi pangan masyarakat selama satu tahun sebanyak 100 ton dengan produksi pangan tahun ini diprediksi bisa mencapai 160 ribu ton.

“Masih sangat cukup,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge