0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SBY : Nama Presiden Perlu Dilindungi, Tapi Tidak Dengan Represif

merdeka.com

Susilo Bambang Yudhoyono

Timlo.net – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara soal polemik pasal penghinaan presiden yang akan dihidupkan kembali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menilai perlu melindungi nama presiden sebagai simbol negara tetapi tidak dengan cara-cara represif.

“Kesimpulan: demokrasi dan kebebasan penting, namun jangan lampaui batas. Demokrasi juga perlu tertib, tapi negara tak perlu represif,” kata SBY lewat akun Twitternya @SBYudhoyono, Minggu (8/9).

Menurutnya, pemegang kekuasaan tidak boleh menyalahgunakan wewenang. Kekuasaan tidak dipakai untuk membungkam suara rakyat.

“Para pemegang kekuasaan (power holders) tak boleh salah gunakan kekuasaannya. Presiden, parlemen, penegak hukum, pers dan juga rakyat. Power tends to corrupt. Absolute power corrupts absolutely. Kekuasaan tidak untuk ‘menciduki’ dan menindas yang menentang penguasa,” terang dia.

Lanjut dia, bangsa Indonesia harus belajar menggunakan kebebasannya secara benar. Sekarang sudah jarang perlakuan yang menyudutkan presiden.

“Kita semua harus belajar gunakan kebebasan (freedom) secara tepat. Jangan lampaui batas. Ingat, kebebasan pun bisa disalahgunakan. Ini pertanda baik. Perlakuan ‘negatif’ berlebihan kepada saya dulu tak perlu dilakukan kepada Pak Jokowi. Biar beliau bisa bekerja dgn baik,” papar dia.

[efd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge