0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, Wonogiri Butuh Rp 8,4 Miliar Buat Beli Air Bersih

foto: Nanin

ilustrasi

Wonogiri – Biaya yang dikeluarkan warga yang mengalami kekeringan untuk membeli air bersih cukup fantastis. Total bisa mencapai miliaran rupiah.

“Untuk membeli air bersih (di Kab. Wonogiri-red) perlu dana  Rp 8.482.292.800,” ungkap  Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Lakhar BPBD) Wonogiri,Bambang Haryanto,Sabtu (8/8).

Di Kabupaten Wonogiri, ada 8 kecamatan yang terdiri dari 38 desa yang terkena dampak kekeringan. Yakni kecamatan Giriwoyo, Nguntoronadi, Eromoko, Manyaran, Paranggupito, Pracimantoro, Giritontro dan Selogiri.

Bila diperinci, di Giriwoyo saja ada empat desa yang dihuni 2.125 kepala keluarga atau 8.180 jiwa.

“Dengan jumlah jiwa sebanyak itu per hari membutuhkan 65 tangki air kapasitas 6.000 liter,” jelasnya.

Sedang di Kecamatan Nguntoronadi, ada tujuh desa dihuni 1.456 KK atau 4.993 jiwa, dengan kebutuhan air 39 tangki. Di Kecamatan Eromoko ada empat desa, ditempati 1.580 KK atau 6.953 jiwa, asumsi kebutuhan air 55 tangki. Untuk Kecamatan Manyaran ada dua desa ditempati 590 KK atau 2.290 jiwa, dengan kenutuhan air 18 tangki.

Kecamatan Paranggupito, ada 8 desa yang terdampak kekeringan. Desa sebanyak itu ditempati 2.922 KK atau 8.456 jiwa, sehingga membutuhkan air sebanyak 67 tangki per hari. Kecamatan Pracimantoro ada tujuh desa dihuni 5.999 KK atau 23.582 jiwa, dengan perkiraan kebutuhan air sebanyak 188 tangki.

Kecamatan Giritontro, ada lima desa dengan penduduk 3.465 KK atau 12.740 jiwa, membutuhkan air 101 tangki per hari dan Kecamatan Selogiri satu desa berpenghuni 32 KK atau 126 jiwa membutuhkan 1 tangki per hari.

“Bila rata-rata harga satu tangki air Rp 175.000, per hari membutukan dana Rp 94.247.720. Atau bila ditotal kebutuhan air untuk warga di delapan kecamatan tersebut, selama tiga bulan membutuhkan biaya Rp 8.482.294.800,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge