0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Regulasi Baru KPU Buat Ketar-ketir

foto: Tarmuji

Abhan Misbah

Wonogiri – Bentuk kampanye yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai menciptakan lubang-lubang regulasi yang berpotensi memunculkan kerawanan politik.

“Mengingat di Wonogiri ini, ada dua pasangan calon (Paslon), otomatis persaingannya sangat ketat,” ujar Ketua Bawaslu Jateng, Abhan Misbah, Sabtu (8/8).

Dikatakan, potensi kerawanan yang terjadi itu muncul dari regulasi baru. Yang perlu diwaspadai, terkait duplikasi alat peraga kampanye (APK). Misal, diaturnya tempat dan jumlah pemasangan baliho, spanduk di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

“Bagi pendatang baru atau paslon yang belum terkenal di masyarakat, sangat mungkin perlu sosialisasi. Akan tetapi dengan adanya larangan ini, mempersempit ruang publikasi,” terang Abhan.

Selain mengatur alat kampanye, PKPU juga mengatur  masalah debat calon, pemasangan alat peraga, penyebaran bahan kampanye, hingga iklan di media.

“Yang jadi masalah, ketika baliho yang dipasang itu nanti rusak, ada enggak anggaran yang disediakan KPU untuk pengadaan baliho baru? Nah, inilah yang dikhawatirkan nantinya menimbulkan potensi kerawanan. Padahal rusaknya baliho itu karena faktor alam, tapi oleh massa pendukung satu paslon dikira dirusak orang atau kubu sebelah, kan menimbulkan masalah baru,” jelasnya.

Tak hanya potensi kerawanan politik saja yang perlu diawasi, namun indikasi praktik money politic dan netralitas pegawai negeri sipil (PNS) juga patut mendapatkan perhatian.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge