0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

11 Bulan Tak Dikembalikan, Mobdin Disita KPK

merdeka.com

Mobil dinas Rusli Ahmad diperiksa KPK

Timlo.net — Rusli Ahmad terlihat pulang dengan menumpang sepeda motor usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru Jumat (7/8). Sebab, mobil dinas yang dipinjamkan negara kepadanya baru dikembalikan setelah hampir setahun jabatannya sebagai wakil ketua DPRD Riau habis.

Awalnya, politisi PDI Perjuangan ini tampak datang memenuhi panggilan penyidik dengan menggunakan sedan mewah jenis Toyota Camry, yang merupakan mobil dinasnya semasa menjabat sebagai wakil ketua DPRD Riau.

Selama ini, kendaraan milik negara yang digunakan Rusli Ahmad itu tidak dikembalikan ke Bagian Perlengkapan Sekretariat DPRD Riau, setelah masa jabatannya berakhir September 2014 lalu. Petugas KPK pun datang untuk menarik kendaraan dinas tersebut.

Parahnya, nomor polisi berwarna merah BM 1243 TP Toyota Camry yang menandakan milik negara itu telah berubah warna menjadi hitam layaknya kendaraan pribadi, bahkan berubah nomor polisi menjadi BM 1243 TR. Penyidik KPK langsung menyita kendaraan tersebut untuk kemudian diserahkan kembali ke Sekretariat DPRD Riau.

“Keterlaluan itu, sudah sebelas bulan tidak dikembalikan. Nomor polisinya juga diganti. Niatnya sudah tidak baik,” ketus salah seorang penyidik KPK, Heri Pramono, di sela-sela pengecekan fisik kendaraan tersebut, Jumat (7/8).

Menurutnya, proses penyitaan dan pengembalian aset ke Pemda Riau merupakan bagian dari proses penyidikan mereka dalam perkara dugaan suap pengesahan APBD Riau 2015. Namun, Rusli Ahmad berulah dengan menyebutkan alasan yang dianggapnya sebagai pembenaran.

Kendati disita KPK untuk dikembalikan ke bagian aset Setwan, Rusli Ahmad menyebut kendaraan dinas yang digunakan untuk kepentingan pribadi setelah tidak menjabat itu dikembalikannya, karena dia yang mengantarkan kepada penyidik KPK.

“Kalau dijemput, itu baru namanya disita. Ini kan saya yang menyerahkan, bukan disita namanya, saya mengembalikan,” kata Rusli Ahmad.

Proses pengambilan paksa mobil ini berlangsung lama, karena penyidik terlebih dulu mesti mengecek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan sesuai STNK. Setelah cek fisik dilakukan, ternyata Rusli tidak membawa STNK kendaraan tersebut, dan nomor polisi kendaraan yang asli juga tidak ada di dalam mobil.

Melihat hal tersebut, penyidik tampak berwajah masam akibat ulah politisi PDIP itu, tak ayal Rusli diminta untuk menjemput STNK Toyota Camry itu. Penjemputan dilakukan dengan ditemani seorang petugas KPK.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge