0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Makan Makanan Pedas Kurangi Resiko Kematian Dini

Dok: Timlo.net/ Google.
Lombok. (Dok: Timlo.net/ Google.)

Timlo.net—Sebuah penelitian menyimpulkan orang yang suka makan makanan pedas setiap hari memiliki resiko kematian dini yang lebih rendah. Para peneliti ini menemukan makanan pedas dihubungkan dengan pengurangan kematian yang diakibatkan oleh kanker, penyakit jantung dan masalah pernafasan.

Penelitian ini dilakukan terhadap hampir 500.000 orang tua yang makan makan pedas setiap hari atau dua hari sekali. Mereka hidup lebih lama dibandingkan orang yang jarang makan makanan pedas.

Para ilmuwan itu menduga jika capsaicin, zat kimia yang ada di cabai yang menjadi faktor penyebabnya. Zat itu memiliki kandungan anti obesitas, anti peradangan, antioksidan dan antikanker.

Penelitian itu yang diterbitkan di the British Medical Journal, didasarkan pada penelitian terhadap 487.000 orang Cina berusia antara 30 hingga 79 tahun. Setiap peserta diminta menjawab pertanyaan mengenai kesehatan umum dan kebiasaan makan mereka, dan lalu para ilmuwan mengikuti kehidupan selama 7 tahun. Dalam kurun waktu itu 20.224 orang meninggal.

Para peneliti dari Oxford University, Harvard School of Public Health di Amerika Serikat (AS) dan Chinese Academy of Medical Sciences, menemukan jika orang yang makan makanan pedas setiap hari atau dua hari sekali mengalami penurunan resiko kematian dini sebanyak 14 persen dibandingkan mereka yang makan makanan pedas sekali seminggu.

Kesukaan makan makanan pedas dihubungkan dengan penurunan resiko kematian khususnya dari penyakit kanker, serangan jantung dan masalah pernafasan. Para peneliti menekankan jika mereka hanya melihat tren statistik yang luas dan tidak melihat peran makanan pedas pada setiap kasus. Mereka tidak bisa menarik kesimpulan yang konkrit tentang sebab dan akibat.

Tapi mereka mengutip penelitian sebelumnya yang menghubungkan capsaicin dengan resistansi terhadap obesitas, kanker dan penyakit lain.

Para ahli lainnya menyambut penemuan ini, tapi menekankan jika hasilnya harus disikapi dengan hati-hati. Mereka juga menyatakan jika orang-orang Cina memiliki pola makan dan gaya hidup yang berbeda dengan dunia barat.

Profesor Kevin McConway dari Open University berkata: “Penting untuk menyadari jika penelitian ini memberikan sangat sedikit dorongan untuk para orang Inggris yang memiliki stereotipe sering minum bir dan makan kari pedas. Hubungan antara makan makanan pedas dan tingkat kematian yang rendah ternyata hanya pada mereka yang tidak minum alkohol sama sekali.”

Sumber: Daily Mail.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge