0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Parkir di Pasar Klewer Sementara bakal Digembok

dok.timlo.net/daryono
Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Solo, M Usman, mengarahkan petugas parkir agar tidak memarkir kendaraan di akses utama pasar klewer sementara (dok.timlo.net/daryono)

Solo —¬†Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo siap memberlakukan sanksi penggembokan bagi kendaraan yang nekat parkir di lorong-lorong pasar dan area terlarang lainnya di kawasan Pasar Klewer sementara. Pengembokan diberlakukan setelah masa sosialisasi selama 30 hari.

“Masih banyak motor dan becak parkir di lorong-lorong. 30 hari setelah sosialisasi akan kita lakukan penggembokan,” kata Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Solo, M Usman saat ditemui di Pasar Klewer sementara, Jumat (7/8).

Langkah sosialisasi terlebih dulu menjadi kesepakatan dalam pertemuan singkat antara UPTD, Lurah Pasar, perwakilan pedagang dan Satpol PP, Jum’at (7/8) di pasar sementara. Pertemuan itu menindaklanjuti pertemuan sebelumnya bulan lalu.

Dalam pertemuan bulan lalu, selain disepakati sterilisasi parkir di lorong, disepakati pula besaran tarif parkir. Untuk parkir motor ditetapkan sebesar Rp 2.000, parkir mobil pengunjung Rp 5.000, parkir mobil pedagang Rp 10.000, bongkar muat diatas pukul 10.00 WIB sebesar Rp 5.000. Sedangkan bongkar muat di bawah pukul 10.00 WIB tidak dikenakan biaya.

“Tarif parkir di dalam alun-alun ini kesepakatan. Jadi, bukan tarif parkir dalam Perda. Untuk membedakan dengan mobil pengunjung, mobil pedagang akan dikasih tanda khusus berupa stiker,” jelasnya.

Selain di lorong pasar, larangan parkir dan bongkar muat juga diberlakukan di akses utama pasar. Jika mobil pedagang nekat bongkar muat di jala akses utama, Usman memastikan kendaraan bakal digembok.

Sementara, Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani mendukung langkah penggembokan setelah adanya sosialisasi kepada pedagang.

“Itu untuk mendisiplinkan pengunjung dan pedagang. Namun kita perlu tenggang 30 hari. Kami setuju saja sebagai bentuk ketegasan Pemkot,” bebernya.

Pantauan Timlo.net, untuk mencegah motor dan becak masuk, lorong-lorong pasar dipasangi portal bambu setinggi 50 cm. Salah seorang pedagang, Sutrisna mengaku keberatan dengan pemasangan portal tersebut.

“Harusnya dikomunikasikan dulu. Kalau diportal begini, gledeknya terus lewat mana. Kasihan kulinya. Kalau sepeda motor masuk itu kan hanya beberapa,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge