0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekurangan Tenaga, Warga Dawung Minta Mesin Tanam Padi

timlo.net/agung widodo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Kamis (6/8) sore

Sragen – Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Dukuh Mojoranu, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo rupanya dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mengajukan proposal bantuan peralatan pertanian. Salah satu proposal  datang dari Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Dawung yang meminta agar orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut memberikan alat penanam padi atau rice transplanter.

Namun Ganjar tidak langsung meng-iyakan permintaan tersebut, melainkan bertanya sekaligus prihatin terhadap kaum muda di Desa Dawung yang tidak tertarik untuk menggarap sawah.

“Apa sudah tidak ada anak muda yang minat menggarap sawah, sampai-sampai butuh mesin itu (rice transplanter, Red)?” tanya Ganjar di tanah lokasi pembangunan embung Dukuh Mojoranu, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kamis (6/8) sore.

Menanggapi pertanyaan tersebut Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki, Pitoyo Budi Santoso menuturkan, selama ini memang tidak ada pemuda yang mau bercocok tanam, lantaran banyak yang merantau ke Jakarta dan bekerja di pabrik. Kalau ada hanya beberapa gelintir sehingga petani di desa Dawung sering kekurangan tenaga untuk menanam padi.

“Memng tenaga petani sangat kurang. Kalau ada mesin rice transplanter dalam sehari bisa menyelesaikan satu hektar sawah untuk tanam padi, sehingga lebih efektif,” katanya.

Pitoyo menyampaikan, kendati akan dibangun embung, tapi belum mencukupi karena embung hanya mampu mengairi sawah seluas 180 hektar. Di luar itu masih ada 250 hektar lainnya yang membutuhkan air.

”Sehingga dalam kesempatan ini kami juga minta bantuan sumur dalam,” ujarnya.

Gubernur Ganjar sendiri memberikan lampu hijau dan akan memenuhi permintaan rice transplanter oleh kelompok tani. Namun terlebih dahulu pihaknya akan mengadakan pengecekan dan verifikasi di lapangan.

“Tapi bantuan itu nanti akan dicek dan diverifikasi terlebih dahulu, apakah bantuan yang diminta itu benar atau tidak,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge