0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hasil Muktamar ke-33 Digugat

dok.merdeka.com

Hasil Muktamar ke-33 Digugat

Timlo.net – Nahdlatul Ulama (PWNU) kubu Kiai Salahudin Wahid (Gus Solah) menilai hasil Muktamar ke-33 di Jombang cacat hukum. Mereka akan mengajukan gugatan ke pengadilan.

“Yang akan mengajukan gugatan adalah Forum Lintas Pengurus Wilayah (PW) NU yang sudah memberikan kuasa hukum kepada Taufiqurrahman Saleh (mantan Anggota DPR RI asal Lamongan), untuk mengajukan gugatan ke pengadilan,” kata KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember Jawa Timur, Kamis (6/8).

Forum Lintas PWNU, sesuai dengan tanda tangan yang ada, terdiri dari 24 ketua pengurus NU di tingkat provinsi. Forum itu dibentuk di Pondok Pesantren Tebuireng dan disaksikan oleh Gus Solah.

Mereka menganggap pelaksanaan Muktamar cacat hukum karena banyak pelanggaran selama Muktamar berlangsung. Hal itu tidak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU di antaranya banyak tahapan-tahapan pelaksanaan Muktamar yang dilompati, maupun hak-hak Muktamirin yang tidak diakomodir, seperti penyampaian pemandangan umum untuk menyikapi laporan pertanggungan jawab pengurus demisioner dan lainnya.

“Saat ini masih mengumpulkan dan menginventarisir bukti-bukti pelanggaran dari para Muktamirin. Karena jumlahnya sangat banyak. Itu yang akan jadi materi gugatan,” terang KH Abdullah.

Sementara untuk waktu pengajuan gugatan, sampai sekarang masih belum ditentukan karena materi gugatan masih disusun. Forum akan berkumpul kembali pada Senin (11/8) nanti.

“Pertemuan itu mungkin akan menentukan waktu yang tepat untuk pengajuan gugatannya,” terang Abdullah.

Sementara, Gus Solah, kepada wartawan enggan mengomentari terpilihnya KH Said Agil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU periode 2015-2020. Dia juga tidak mengetahui atas kemunculan namanya dalam penentuan bakal calon dalam pemilihan ketua umum itu.

“Saya tidak tahu. Tanyakan saja kepada mereka yang memilih itu,” tuturnya singkat.

Sebelumnya, sebanyak 29 PWNU berkumpul di Tebuireng. Pertemuan yang akhirnya menjadi Forum Lintas PWNU itu juga dihadiri Gus Solah.

“Kalau mekanisme sudah cacat hukum, berarti hasil Rais Aam yang terpilih juga cacat hukum. Ketua Tanfidz yang dipilih dan direstui oleh Rais Aam, berarti juga cacat hukum,” kata Gus Solah saat itu.

Bahkan forum yang sedianya bermaksud untuk membuat Muktamar Tandingan tersebut, juga diminta untuk tidak dilanjutkan oleh Gus Solah.

“Jangan melanjutkan sidang ini, tapi sampaikan protes. Kita tidak ingin NU pecah. Makanya sangat bagus jika akan membawa hasil Muktamar ke pengadilan,” terang Gus Solah.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge