0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Wonogiri Tak Berkutik Atasi RTLH

(Ilustrasi) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) (dok.timlo.net)

Wonogiri –  Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kabupaten Wonogiri masih sangat tingi. Yakni sejumlah 40. 368 RTLH atau dihuni sekitar 136 ribu jiwa.

“Anggaran yang disediakan dari pos APBD tahun 2015 sendiri sangatlah minim. Sebab hanya Rp 500 juta. Itu saja hanya untuk 100 rumah,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Lembaga Masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas), Kurnia Listiyarini, mewakili Kepala Bapermas, Semedi Budi Wibowo, Kamis (6/8)

Dikatakan, jika dilihat dari data yang ada, dari 40 ribu rumah RTLH tersebut memiliki berbagai macam kekurangan. Terutama saat dipandang dari aspek kelayakan atap dan dinding masih banyak yang sangat tidak layak. Atap rumah yang cukup layak sebanyak 31 persen.

Sedangkan dilihat dari aspek dinding yang layak hanya 19 persen. Ditinjau dari aspek lantai rumah, hanya 13 persen diantaranya layak, justru paling banyak tidak layak atau masih berupa tanah.

“Untuk menangani RTLH, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat sendiri juga sangat penting,” jelasnya.

Ditambahkan, bantuan selain datang dari pemerintah bantuan untuk RTLH juga datang dari pihak perusahaan melalui CSR (Corporate Social Responsibility).

Sedang salah seorang warga Kecamatan Kismantoro yang tak berkenan disebutkan namanya mengatakan, dirinya juga memiliki rumah yang tak layak huni, namun dirinya tak berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah. Menurutnya, dengan nominal bantuan sebesar Rp 5 Juta, justru menjadi memunculkan masalah baru.

“Sampai mana mas, uang lima juta, warga miskin penerima bantuan malah tombokan,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge