0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo

Petugas Coklit Dikira Mau Minta Sumbangan 17-an

dok.timlo.net/gg
Ilustrasi (dok.timlo.net/gg)

Solo —┬áKomisi Pemilihan Umum (KPU) Solo masih merampungkan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar potensial penduduk pemilih pemilu (DP4). Coklit yang dimulai 15 Juli 2015 hingga 19 Agustus 2015 itu untuk menghasilkan daftar pemilih yang valid, mutakhir dan komprehensif.

“Di Kecamatan Laweyan sudah hampir 70 persen. Meski jadwalnya sampai 19 Agustus, kemungkinan tanggal 10 Agustus selesai seluruhnya,” kata Komisioner Divisi Pemutakhiran Data Pemilih KPU Solo, Kajad Pamuji Joko Waskito, kepada wartawan, Kamis (6/8).

Dijelaskan, Coklit dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang berjumlah sebanyak 1.000 personel. Satu petugas PPDP melakukan Coklit di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Adapun basis data pemilih yang digunakan merupakan DP4 yang diterima dari KPU pusat sejumlah 422.502 orang.

Melalui Coklit, lanjut Kajad, daftar pemilih diverifikasi apakah pemilih masih memenuhi syarat ataukah sudah tidak memenuhi syarat (TMS). Coklit juga untuk mengkomodir pemilih baru yang tercecer di DP4. Dengan demikian, setelah proses Coklit selesai, jumlah DP4 bisa bertambah atau berkurang.

“TMS bisa karena menjadi anggota TNI/Polri, pindah domisli atau meninggal dunia. Rata-rata, TMS umumnya karena sudah meninggal dunia,” bebernya.

Kajad mengakui, tidak semua pemilih bisa diverifikasi. Petugas PPDB di lapangan menemui kendala lantaran di beberapa tempat dimana pemilih tidak bisa ditemui. Untuk pemilih yang tidak bisa ditemui, pemilih tetap dimasukkan dalam daftar pemilih setelah dikonfirmasikan dengan Ketua RT setempat.

“Di Mojosongo dan Sudiroprajan, PPDB menemui kendala di lapangan. Rumah pemilih berupa pertokoan dan rumah berpagar tinggi. Saat diketok tidak keluar. Bahkan, ada yang dikira mau minta sumbangan 17-an. Mereka yang tidak bisa ditemui ini selama sudah terdaftar, masih dianggap memenuhi syarat setelah dikonfirmasi RT RW,” ungkapnya.

Setiap pekan, KPU memantau proses Coklit lewat pelaporan dari PPDB ke PPS (Panitia Pemungutan Suara), PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) hingga sampai ke KPU.

“Di Peraturan KPU memang tidak ada pelaporan mingguan. Ini kebijakan KPU Solo sendiri,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge