0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Misteri Pembunuhan Sekretaris Direktur XL Terungkap

dok.merdeka.com

Hayriantira

Timlo.net – Kasus hilangnya sekretaris presiden direktur XL, Hayriantira (37) terungkap. Ia dibunuh kekasihnya sendiri, Andy Kurniawan (38). Pembunuhan ini terungkap karena pelaku menggunakan mobil Rian, panggilan Hayriantira, setelah pembunuhan terjadi.

Polisi mencurigai kendaraan yang dipakai Andy dan segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah kejanggalan, yakni Andy memalsukan tanda tangan Rian saat mengambil BPKB. Sejak itu, pelaku lantas berurusan dengan polisi.

Kejadian ini membuat istri Andy, Thika resah. Dia lantas meminta Rian keluar dari persembunyiannya dan membantu mengeluarkan suaminya dari bui. Saat berkicau, Thika tak tahu bahwa suaminya telah membunuh Rian sejak Oktober tahun lalu.

“@Riantira tolong keluar lah dari persembunyianmu, tolong suamiku… suamiku kena masalah karena beli mobil kamu & kamu menghilang… tolong kami, Rian…,” demikian dikutip dari akun Twitter @MrsThika yang diunggah pada 19 Juli lalu, Kamis (6/8).

Seperti diketahui, polisi berhasil mengungkap misteri hilangnya sekretaris presiden direktur XL, Hayriantira (37). Polisi mencurigai Andy Kurniawan karena diketahui kerap membawa mobil korban pasca dilaporkan hilang. Namun dari pertanyaan polisi, Andy berkilah bahwa mobil dipakai karena urusan bisnis.

“AK mengatakan bahwa mobil tersebut didapati dari korban karena urusan bisnis. Ketika ditanya korban di mana, AK nggak tahu sama sekali keberadaannya,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimun Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, Rabu (5/8) malam.

Polisi kemudian menyelidiki asal usul mobil korban, yang ternyata dibeli di sebuah showroom di Depok. Dari sinilah ketahuan jika Andy memalsukan tanda tangan korban untuk mengambil BPKB mobil itu.

“Akhirnya, kita dapati ternyata BPKB-nya sudah diambil seseorang yang berinisial AK. Di mana seharusnya pengambilan BPKB itu sama pemiliknya langsung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti mengatakan, tim mengecek keaslian tanda tangan korban. Alhasil didapati tersangka memalsukan tanda tangan korban.

“Hingga akhirnya tersangka AK baru ditangkap pada tanggal 9 Juli 2015 di rumahnya. Tersangka AK diproses terkait kasus pemalsuan. Selama diproses pemeriksaan kasus pemalsuan, tersangka awalnya tidak mengaku. Hingga akhirnya tersangka mengaku telah membunuh korban di Hotel Cipaganti di Garut,” pungkasnya.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge