0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serapan Anggaran Minim Sebabkan Pertumbuhan Ekonomi Melambat

merdeka.com

Jokowi terima Presiden Turki

Timlo.net — Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimis akan pertumbuhan ekonomi pada semester kedua dalam masa pemerintahannya sesuai target yang diharapkan. Jokowi tak terlalu mempersoalkan pertumbuhan ekonomi pada semester satu ini belum sesuai target.

“Begini sudah saya perkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di semester 1 itu kira-kira 4,7 persen. Ini kita harapkan mentok, tok. Kemudian pada semester II itu merangkak naik,” kata Jokowi di Istana Bogor, Rabu (5/8).

Menurut Jokowi, lambatnya pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi beberapa hal. Di antaranya karena memang berhubungan dengan serapan anggaran, baik di APBN, APBD provinsi dan juga di APBD Kabupaten/kota.

“Saya kan pernah, di kota pernah, di provinsi pernah, ya kan bergeraknya biasanya baru di bulan Juni, Juli itu baru mulai naik. Dan meroket itu baru bulan September, Oktober, dan di November dan Desember itu begini-begini (naik terus),” jelas Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menambahkan, lambatnya pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh Indonesia saja. Melainkan dialami pula oleh negara-negara lain.

Ketika ditanya apakah pemerintah optimis sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5 persen, Jokowi menjawab dengan datar.

“Kalau kita melihat dari serapan anggaran, yang jelas kita harapkan ini mentok dulu. Dasarnya sudah 4,7 persen. Nanti naik lagi. Naiknya berapa? Banyak hal yang mempengaruhi, bukannya masalah serapan anggaran saja tetapi juga spending dari BUMN, belanja dari swasta itu pengaruh sekali,” papar Jokowi.

“Bukan hanya belanja dari pemerintah, tapi juga BUMN, belanja dari swasta, belanja dari investor itu akan berpengaruh sekali. Jadi kalau bertanya seperti itu jawabannya akhir bulan September ya,” tutur Jokowi.

[rnd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge