0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jawa Tengah Kekurangan 6.000 PLKB

timlo.net/putra kurniawan

Kepala BKKBN menyerahkan piala kepada PLKB

Sukoharjo — Badan Kordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah kekurangan 6000 Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Satu PLKB untuk saat ini mengkaver empat desa, padahal idealnya satu petugas satu desa.

“Masih jauh dari ideal, untuk Provinsi Jawa Tengah masih kurang sekitar 6.000 petugas, sedangkan skala nasional kurang 60 Ribu lagi, dan kekurangan ini secara bertahap akan kita tambah hingga mencapai angka ideal,” kata Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, Rabu (5/8).

Peran PLKB dipandang sangat penting untuk menekan laju pertumubuhan penduduk dengan memotifasi masyarakat untuk ber KB. Dan selama ini, PLKB dinilai sudah sukses meskipun belum maksimal, mengingat cakupan wilayahnya masih terlalu luas.

BKKBN Pusat berencana merekrut tenaga kontrak untuk memebuhi kebutuhan PLKB pada tahun 2017. Dengan sitem ini, semua petugas penyuluh dibawah naungan BKKBN Pusat yang ditugaskan di masing-masing kabupaten.

“Meskipun sebagai petugas dari pusat, bukan berarti mereka bisa mengeklusifkan diri, mereka harus berkordinasi dengan pemerintahan setempat, karena Bupati atau Wali Kota yang memberikan penilaian atas kinerja mereka,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge