0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembunuh Janda di Hotel Setya Kawan Didakwa Pasal Berlapis

timlo.net/achmad khalik

Terdakwa kasus pembunuhan janda dua anak, Nanang Aryanto saat menjalani sidang perdananya

Solo – Terdakwa kasus pembunuhan janda dua anak di Hotel Setya Kawan Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Nanang Aryanto, menjalani sidang perdana di di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (5/8). Nanang didakwa dengan pasal berlapis.

“Pelaku sengaja melakukan pembunuhan dengan terencana. Dengan memiliki dan menyiapkan pisau lipat serta menyalakan kran air supaya tidak terdengar,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hasrawati Musytari membacakan dakwaannya.

Sidang dipimpim oleh Hakim Ketua, Bahtra Yenny Wahita. Dalam sidang ini, terdakwa dituntut dengan Pasal 340, Pasal 338 dan Pasal 365 KUHP tentang pembunuhan berencana. Tak hanya itu, dalam dakwaannya JPU juga menyertakan sejumlah pasal pencurian lantaran terdakwa telah melarikan motor serta handphone korban kekawasan Toroh, Grobogan, Purwodadi.

Dalam persidangan, JPU juga mengatakan, koban meninggal dalam kondisi mengenaskan lantaran terdapat tusukan serta bekas jeratan di leher korban. Kuat dugaan kedua luka tersebut, mengakibatkan korban meninggal dunia.

Usai membacakan dakwaannya, terdakwa dipersilakan berkonsultasi dengan Penasehat Hukumnya (PH), Atik Krisnasari. Selang beberapa saat, terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau menerima dakwaan. Sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi pada Rabu (12/8) mendatang.

Seperti diketahui, sesosok mayat perempuan Yulita Wulandari, janda anak dua asal Mojolaban, Sukoharjo ditemukan tewas terlentang di kamar Hotel Setya Kawan Jalan Tarakan, Kestalan, Banjarsari, Solo, pada Senin (4/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Terdakwa yang nekat menghabisi nyawa korbannya dengan cara ditusuk sekaligus dicekik ini didakwa dengan pasal berlapis.

Saat kejadian, pengelola hotel dan sejumlah tamu sempat mendengar keributan didalam kamar no 1 hotel setempat. Tersangka sempat mengaku, bahwa keributan tersebut merupakan urusan keluarganya. Sehingga, pengelola hotel dan tamu urung untuk melakukan pemeriksaan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge