0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rencana Pj Walikota Tempati Rumdin Disoal

dok.timlo.net/daryono
Anggota Komisi I DPRD Solo, Abdullah AA (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Kalangan Komisi I DPRD Solo menyoal kesiapan Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Suharto untuk menempati rumah dinas Walikota, Loji Gandrung. Padahal, selama menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), Budi enggan menempati rumah dinasnya yang satu kompleks dengan rumah dinas pimpinan DPRD Solo di Karangasem.

“Dulu bertahun-tahun menjadi Sekda tidak mau menempati rumah dinasnya. Saat sekarang menjadi Pj dan ada hak menempati Loji Gandrung kok mau?” kata anggota Komisi I DPRD Solo, Abdullah AA kepada wartawan, Rabu (5/8).

Sebagai pimpinan birokrasi, Budi seharusnya memberi contoh kepada bawahannya. Pasalnya, lurah dan camat diwajibkan menempati rumah dinas. Abdullah juga mempertanyakan alasan Sekda tidak menempati rumah dinasnya. Jika alasan enggan menempati rumah dinas lantaran bangunan itu dinilai kurang layak, Abdullah justru menyayangkannya.

“Rumah dinas sekda satu kompleks dan setara dengan rumdin ketua dewan. Jika dia menilai rumah dinas sekda tak layak, berarti sebenarnya rumah dinas ketua dewan juga tak layak,” kata legislator Hanura ini.

Senada, anggota Komisi I lainnya, Ekkya Sih Hananto menilai ada perbedaan perlakuan dalam penempatan rumah dinas eksekutif dan legislatif. Rumah dinas eksekutif berada di jalan protokol sementara rumah dinas legislatif berada di perkampungan.

“Sebagai simbol pemerintah, semestinya rumah dinas Ketua DPRD juga di jalan protokol,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge