0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, Warga Wonosegoro Berebut Air

dok.timlo.net/nanin
Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono membagikan air bantuan ke masyarakat di Dusun Ngasinan, Desa Garangan, Wonosegoro (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hampir satu bulan lebih, warga Dusun Ngasinan, Desa Garangan,Wonosegoro, kesulitan air bersih. Merekapun berebut mendapatkan bantuan air bersih 10 tangki dari Polres Boyolali, Rabu (5/8).

“Sumur sudah mengering, kita terpaksa mencari air di belik (lubang kecil) di epanjang sungai,” cerita Sholihah, warga Ngasinan.

Namun untuk mencari air dengan membuat belik di sepanjang sungai yang juga telah mengering, butuh perjuangan panjang. Pasalnya, warga harus berjalan sekitar 1 kilometer. Selain itu, juga harus menunggu dan mengantri untuk bisa memenuhi derigen yang dibawa.

“Ya harus sabar, beliknya kan tidak banyak, kadang juga harus beli air kalau ada uang,” imbuhnya sambil tertawa.

Sulitnya mendapatkan air bersih, membuat warga rela mengantri untuk mendapatkan air bantuan dari Polres Boyolali. Puluhan derigen tampak menumpuk di lokasi pembangian air bersih. Kali ini ada 10 tangki air dengan kapasitas 6 ribu liter untuk dibagikan gratis untuk masyarakat.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono berharap ada solusi yang baik untuk mencegah krisis air. Salah satunya dengan mencari lokasi untuk membuat sumur.

“Harus ada solusi, jadi nantinya masyarakat tidak hanya mengandalkan bantuan air,” ucap Kapolres.

Kekeringan dan krisis air di Kecamatan Wonosegoro saat ini sudah terjadi di 14 desa. Jumlah ini bertambah dibandingkan kekeringan tahun lalu, yang hanya terjadi di 10 desa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge