0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siti Nekad Buang Bayinya karena Malu sama Orangtua

dok.timlo.net/achmad khalik
Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan (berseragam polisi) saat merilis kasus pembuangan bayi dengan tersangka Siti dan Guntur (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Tersangka kasus pembuang bayi, Siti Juwariah (31), warga Kampung Jlegi RT 02/ RW 01 Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen mengaku nekat membuang bayinya lantaran malu.

Anak hasil hubungan gelap dengan pria bernama Guntur Santoso (39), warga Debegan RT 02/ RW 03 Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo itu dibuang di sebuah lahan kosong milik warga di kawasan Kampung Pucang Sawit RT 04/ RW 01 Kelurahan Jebres, Solo pada Minggu (26/7) lalu.

“Saya malu pada orang tua,” kata tersangka, Siti, Rabu (5/8) siang.

Berdasar pengakuan ibu dua anak ini, pertemuan dengan Guntur terjadi lantaran bekerja di tempat kerja yang sama. Sekitar sembilan bulan lalu, keduanya berhubungan layaknya suami istri hingga membuahkan seorang anak berjenis kelamin laki-laki. Waktu melahirkan bayi, tersangka mengaku melakukannya di kamar mandi kos dengan cara bersandar di tembok. Setelah keluar, tersangka memotong sendiri ari-ari (plasenta) dengan menggunakan gunting. Selang beberapa saat setelah melahirkan, tersangka akhirnya berniat membuang bayi tak berdosa itu.

“Usai melahirkan dan menimang bayi, saya menuju ke sebuah kebun kosong tak jauh dari tempat kos. Di situ, bayi saya letakkan di kardus dan saya tinggalkan,” terang tersangka.

Sebelum meninggalkan bayi, tersangka juga mengaku sempat menjerat leher buah hatinya itu dengan menggunakan selendang. Tak sampai di situ, tersangka juga sempat membanting kardus berisi bayi itu ke tanah.

“Usai melakukan itu, bayi saya tinggalkan di kebun,” terangnya.

Sementara, pasangan gelap tersangka, Guntur, mengaku mengetahui Siti telah berbadan dua. Meski begitu, dirinya tidak menduga bahwa Siti nekat membuang bayi hasil hubungan gelapnya itu.

“Saya sempat dihubungi Siti pas malam dinihari sebelum kejadian pembuangan. Saya sudah menjelaskan kepadanya, supaya anak itu dititipkan ke panti asuhan setelah lahir. Namun ternyata dibuang,” jelasnya.

Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan mengatakan, tersangka berhasil ditangkap setelah pihaknya menelusuri ceceran darah dari tempat kejadian perkara (TKP) yang mengarah pada kos-kosan milik Siti. Alhasil, setelah ditelusuri selain menangkap tersangka, juga menyeret pada pasangan gelapnya tersebut.

“Tersangka Guntur ini telah beristri tapi belum punya anak. Sedangkan Siti berstatus janda anak dua. Keduanya bekerja dalam satu tempat kerja yang sama. Di sana, keduanya saling kenalan dan melakukan hubungan layaknya suami istri,” jelas Kapolsek.

Atas perbuatannya tersebut, Siti dijerat dengan dakwaan Primer Pasal 36 b Jo. 77 b subsider 76 c Jo. 80 ayat 1 UU No. 35/ 2014 tentang Perlindungan Anak serta pasal 308 KUHP tentang Pembuangan Bayi dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara, untuk tersangka pria disangkakan dakwaan Primer Pasal 76 b Jo. 77 b Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) subsider Pasal 304 tentang Pembiaran Anak Kandung.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge