0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

AHWA Berhak Menolak Calon Ketum PBNU

dok.merdeka.com

Kiai Miftahul Akhyar

Timlo.net – Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, berhak menolak bakal calon ketua umum PBNU sebelum diserahkan kepada Muktamirin.

“Siapapun yang bakal calonnya akan dimintakan restu dahulu kepada rois aam sebelum ditetapkan sebagai calon. Setelah calon direstui baru kemudian dikembalikan ke Muktamirin,” kata Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, Kiai Miftahul Akhyar, Rabu (5/8).

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah ini melanjutkan, legitimasi rois aam lebih tinggi dibanding lainnya, sebab dia merupakan pemimpin tertinggi organisasi. Untuk menjadi rois aam juga tidak mudah, misalnya; memiliki keilmuan tinngi, terutama fiqih; harus alim, mampu sebagai motor penggerak organisasi.

“Jadi sudah menjadi ketetapan dan kelaziman bakal calon itu dimintakan restu kepada rois aam,” terang Kiai Miftah menegaskan.

Dirinya juga sudah menyerahkan usulan sembilan nama calon rois aam untuk dibahas dalam forum majelis syuriah tingkat PC, PW, dan PCI. Sembilan nama itu diantaranya; Kiai Ma’ruf Amin, Kiai Maimun Zubair, Kiai Mas Subadar, Kiai Nurul Huda, Kiai Anwar Mansyur, dan Kiai Mashuri.

Sementara itu, untuk forum rois syuriah sendiri sudah menyepakati sistem pemilihan rois aam menggunakan mekanisme Ahwa. Saat ini forum sedang menentukan sembilan kiai menjadi Ahwa. Sembilan kiai itu diambil melalui usulah dari pengurus tingkat PC, PW, dan PCI.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge