0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rela Antri Demi Satu Derigen Air Bersih

timlo.net/nanin

Polres Boyolali droping air di Desa Sumur, Musuk

Boyolali — Puluhan warga Desa Sumur, Musuk, rela mengantri air bersih meski hanya mendapatkan satu jeriken. Kondisi ini terlihat saat Polres Boyolali memberikan delapan tangki air bersih kapasitas 6.000 liter.

“Ya ini sangat membantu sekali, apalagi air bersih disini sudah mencapai Rp 110 ribu pertangki,” ucap seorang warga, Juwandi, Selasa (4/5).

Dijelaskan, krisis air bersih yang melanda desanya selama musim kemarau ini, warga terpaksa harus menghemat air bersih. Sementara untuk membeli air bersih lewat tangki, banyak warga yang tidak mampu. Biasanya, air yang dibeli digunakan untuk dua pekan.

“Ini nanti mau saya pakai buat masak, minum dan minum sapi,” imbuhnya sambil mengantrikan jeriken.

Selain warga, tampak juga puluhan anak-anak siswa MI Baitul Huda, Desa Sumur juga membawa sejumlah ember dan jerigen untuk menampung air bantuan. Selanjutnya, air diisikan ke dalam bak penampungan di sekolah. Mereka rela mengusung ember penuh air secara bergantian dengan mengunakan ember dan diangkut dengan batang kayu.

“Buat dimasukkan ke bak di sekolah, bisa untuk wudlu,” ucap Andi.

Kades Sumur, Kecamatan Musuk, Siti Prihatin mengakui, di desanya ada satu sumur dalam. Namun airnya justru dijual langsung ke masyarakat. Ke depan, sumur dalam akan dimanfaatkan untuk proyek air minum berbasis masyarakat (pamsimas).

Disisi lain, Kabag Sumda Polres Boyolali, Kompol Suyatmi, total sebanyak 8 mobil tangki kapasitas 6.000 liter dikerahkan untuk membawa bantuan air bersih. Selain menyambut HUT ke-67 Polwan, pemberian bantuan juga sebagai bentuk keprihatinan terhadap derita masyarakat akibat dampak kemarau.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge