0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Bentuk Tim Pantau Panen

timlo.net/nanin

Petani mengangkut hasil panen padi

Boyolali — Pemkab Boyolali bersama BPS dan Bulog akan membentuk tim pemantau panen di kalangan petani. Tim bentukan ini sebagai upaya menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan. Sekaligus sebagai upaya untuk menekan penimbunan beras.

“Kita akan mulai pantau distribusi hasil pertanian, utamanya beras, selama ini pemerintah tidak punya kewenangan intervensi distribusi,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Boyolali, Juwaris, Selasa (04/8).

Dijelaskan, pembentukan tim atas instruksi  Menteri Pertanian. Nantinya tim akan bertugas mendorong peningkatan persediaan pangan baik di lumbung pangan desa maupun peningkatan serapan persediaan gabah di Bulog. Hal ini dilakukan karena masih rendahnya serapan ke Bulog pada masa tanam kemarin.

“Dimana ada yang panen, kita langsung bergerak ke lokasi, kita pantau kemana distribusinya,” tambah Juwaris.

Hanya saja, tim ini bertugas sebatas melakukan pemantauan dan mendorong peningkatan ketahanan pangan melalui sosialisasi. Pasalnya, selama ini pemerintah tidak punya kewenangan intervensi distribusi. Komoditas trategis pertanian perlu diproteksi mengingat selama ini mendapat subsidi pemerintah, baik bibit, pupuk, hingga bantuan alat-alat pertanian.

“Mendapat bantuan dari pemerintah, tapi distribusi diserahkan ke pasar,” tambahnya.

Selain itu, langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kestabilan harga beras di pasaran. Mengingat selama ini, banyak ditemukan praktek penimbunan beras yang mengakibatkan harga beras menjadi tidak stabil. Kondisi ini biasanya terjadi pada bulan Januari-Februari.

“Ini yang harus kita waspadai, jangan sampai panen berkurang,harga beras menjadi tidak stabil,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge