0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Diva Arnata, Belajar Bisnis Sejak Sekolah

foto: Dwi

Diva Arnata

Timlo.net – Sekilas tidak ada hal istimewa pada diri Diva Arnata, 21 tahun. Penampilannya sama dengan pemuda seusianya. Namun, dalam usia mudanya, Diva sukses mengelola usaha resto MAPS.

Sebagai anak keluarga mapan, Diva menghabiskan sebagian sekolahnya di luar negeri. Selepas lulus dari SMPN 1 Solo, Diva melanjutkan sekolahnya di O Level Chang Zhou International School, Tiongkok. Setelah tamat, ia mengambil kuliah D3 Pariwisata di Kaplan Hospitality In Tourism, Si­ngapura.

Meski dari keluarga mapan, putra pasangan Sugiharto Gunawan dan Pipin Herlianawati ini tidak berleha-leha saat di luar negeri. Diam-diam, sambil sekolah, Diva belajar tentang dunia usaha dengan bergabung di perusahaan multi level marketing, LFI.

“Di MLM itu saya belajar banyak. Bagaimana ngadepin customer dan lain-lain,” kata Diva, saat berbincang dengan Timlomagz, belum lama ini.

Ketekunan Diva di LFI bukan isapan jempol. Selama 1,5 tahun, ia berhasil menduduki posisi direktur muda.

“Saya akui saya memang agak malas untuk sekolah. Tetapi, saat presentasi saya bisa menjelaskan lebih. Karena saya sudah mengaplikasikan apa yang dipelajari di sekolah,” beber lajang kelahiran Jakarta, 30 September 1993 ini.

Lama di luar negeri tidak membuat Diva lupa dengan asalnya. Di tahun 2014, Diva memutuskan kembali ke Solo. Ia membuka usaha resto DNA. Ia juga membuka usaha clothing. Berkat keseriusannya, resto DNA terus berkembang dan sekarang berganti nama menjadi MAPS resto.

Ditanya resep dan strateginya dalam mengelola usaha, Diva mengaku tidak memiliki resep dan strategi khusus. Ia lebih suka melakukan trial and error sesuai naluri bisnisnya. Semua dilakukan karena ia memang suka dengan pekerjaannya.

“Saya melakukan yang saya ingin. Kalau saya suka, ya lakuin saja. Dan saya tidak suka menjadi ordinary (mengikuti kebanyakan orang),” tutur penyuka olahraga tinju ini.

Konsep usaha MAPS milik Diva memang sedikit berbeda. Di lantai satu, ia menggabungkan usaha resto dengan clothing. Lantai dua difungsikan untuk hall, sementara di lantai tiga, ia membuka dan­cer school.

Penataan resto juga terbilang unik. Untuk penataan interior ia dibantu sang ayah yang merupakan arsitek. Kedepan, Diva ingin agar usahanya terus berkembang. Ia sedang merancang untuk memfranchiskan MAPS. Good Luck ya Diva.

 

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge