0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Petani Beralih Tanam Palawija

IMG01681-20141204-0844
Petani menyiapkan lahan palawija ()

Karanganyar —  Musim kemarau panjang tahun ini mulai dirasakan sejumlah petani yang berada di lahan pertanian tadah hujan. Mereka beralih menanam palawija dari sebelumnya padi. Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko kerugian akibat minimnya pasokan air.

“Kami ganti ke palawija seperti cabai dan tomat. Untuk mengurangi gagal panen, kalau tanaman padi pasokan air harus banyak,” kata Sunarto, salah satu petani Desa Buntar, Mojogedang, Selasa (4/8).

Sunarto mengatakan sebagian petani memang beralih ke tanaman yang tidak membutuhkan air banyak. Seoerti cabai dan tomat. Kebutuhan air tanaman cabai lebih sedikit dibandingkan padi. Tanaman cabai dapat tumbuh hanya dengan lahan yang basah tanpa menggunakan air banyak.

”Cabai tidak butuh air banyak, cukup dibasahi saja, kalo terlalu banyak malah tidak baik,” terangnya.

Berbeda dengan Sunarto,  Mardiyanto petani yang tinggal di Desa Jetis, Kecamatan Jaten ini mengaku meski musim kemarau, namun dirinya tetap memilih menanam padi. Menurutnya, menanam padi lebih menguntungkan. Untuk mencukupi kebutuhan air, dia mempunyai sumur dan pompa air yang berada di areal persawahannya.

”Saya tetap menanam padi. Saya memiliki sumur dan pompa air,” katanya.

Selain itu, ada pula petani yang memilih membiarkan lahannya kosong. Seperti Sutarno, dia memilih membiarkan lahannya kosong setelah masa panen ini. Hal itu dikarenakan biaya untuk bertanam saat kemarau lebih besar. Karena harus menyewa pompa dan membeli bahan bakar setiap hari.

”Kalau saya paksakan menanam padi. Hasil panen kemarin habis untuk menutup biaya produksi untuk musim tanam selanjutnya. Daripada rugi, lahan saya biarkan kosong sambil menunggu musim hujan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge