0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Juara Piala Polda Jateng Sudah Diskenario

logo-persis datar
Logo Persis Solo ()

Solo – Kubu Persis Solo meyakini, turnamen Piala Polda Jateng telah diskenario agar PSIS yang keluar sebagai juaranya. Pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo mencium gelagat skenario tersebut dalam duel final lanjutan leg pertama yang seharusnya dimainkan 27 Juli di Semarang.

“Saya sudah punya firasat Persis bakal dikerjai. Skenario itu sudah berjalan lama, sejak tanggal 27 Juli yang seharusnya bermain di Semarang. Tapi mereka (PSIS-red) tidak bisa bertanding dengan alasan tak mendapat ijin pertandingan, padahal pemainnya kurang lengkap,” ujar Aris Budi Sulistyo.

Eks pelatih Persik Kediri itu mengaku puncak skenario adalah penunjukan wasit Maulana sebagai pemimpin pertandingan. Wasit asal Semarang tersebut dituding sebagai biang kerok kegagalan timnya dengan memberikan penalti hantu di dua menit melebihi batas waktu injury time empat menit.

“Pertandingan seharus dimainkan di Solo, kemudian lanjutan di Semarang. Biar mereka bisa menjadi juara dengan segala cara di rumahnya sendiri,” lanjutnya.

Dia menilai, saat pertandingan kemarin terlihat skenario itu. Ada kode dari wasit sesaat sebelum penalti. Akhirnya benar, pihaknya dihukum penalti yang tidak tahu itu sumber pelanggarannya apa. Padahal sama sekali tidak ada bodi kontak antar pemain.

“Dia (Maulana-red) itu wasit sekelas ISL, memang asli Semarang, dan seorang aparat kepolisian. Mending kemarin dipimpin sama wasit tarkam yang benar-benar bisa adil,” tandas Aris.

Terpisah, Direktur Olahraga Persis, Totok Supriyanto menilai bahwa pelaksanaan turnamen Piala Polda Jateng perlu dievaluasi lagi apabila kembali digelar tahun depan. Diakuinya, banyak kebijakan-kebikan yang justru merugikan tim peserta lain.

“Padahal sejak awal turnamen ini digagas demi kebersamaan klub-klub Jateng,” kata Totok.

Seperti diketahui, Persis menyerah 1-2 dari PSIS Semarang yang ditentukan lewat sebuah gol kontroversial dalam lanjutan final leg pertama di Stadion Jatidiri, Minggu (2/8).

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge