0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bursa Ketum PBNU Tambah Ramai, Kiai Idrus Ramli Calonkan Diri

dok.merdeka.com

Muktamar NU

Timlo.net – Bursa pencalonan Ketua Umum (Ketum) PB Nahdlatul Ulama (NU) kian ramai. Dewan Pakar Aswaja Center NU Jawa Timur, Kiai Idrus Ramli mencalonkan diri sebagai Ketum PBNU pada Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur. Kiai Idrus mencalonkan diri karena merasa NU harus diselamatkan dari pihak-pihak yang ingin membelokkan NU keluar faham Aswaja.

“Setelah salat istiqarah, minta petunjuk dari Allah, dan setelah meminta persetujuan dari sejumlah kiai yang dekat dengan saya, tenyata banyak kiai yang mendorong saya untuk mencalonkan diri,” katanya, Senin (3/8).

Kiai yang merupakan Suriyah PCNU Jember itu melanjutkan, selama ini NU telah terdegradasi. Indikasinya banyak warga NU yang meloncat ke organisasi-organisasi atau faham-faham yang cenderung mengajarkan radikalisme. Di sisi lain, banyak pengurus-pengurus NU yang lebih memilih aktif di politik sehingga mengabaikan warganya.

“Kalau seperti itu NU bisa jatuh pada kepentingan politik, sementara kepentingan politik itu terbatas. Sedangkan kepentingan NU sebagai organisasi ummat itu tidak terbatas,” ujarnya.

Adapun untuk kontroversi sistem pemilihan rois aam dan ketua umum menggunakan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), Kiai Idrus menyerahkan kepada para peserta Muktamar.

“Kalau memang itu disepakati monggo saja. Tapi kalau tidak sepakat, monggo dicarikan jalan tengah,” ujarnya menegaskan.

Namun demikian dia menggarisbawahi, sebenarnya pemilihan langsung one man one vote yang diwakili satu pengurus cabang, wilayah dan cabang istimewa itu sudah termasuk Ahwa. Artinya, jika pemilihan langsung dilakukan itu juga sama saja dengan Ahwa.

Sejauh ini, selain Kiai Idrus, sejumlah nama lain yang sudah mencuat sebagai calon ketua PBNU adalah Said Aqil Siroj, Asad Ali, Salahudin Wahid dan (Gus Solah). Kubu-kubuan dalam Muktamar juga sudah nampak sejak awal. Misalnya kubu Said Aqil yang mendukung sistem Ahwa dan kubu Gus Solah yang menolak Ahwa.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge