0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apa Itu Periscope dan Apa Manfaatnya?

Periscope

Dok: Timlo.net/The Week UK

Periscope

Timlo.net—Periscope adalah sebuah aplikasi Android dan iPhone yang mengizinkan para pengguna menyiarkan video secara langsung lewat aplikasi itu. Aplikasi ini dipuji-puji oleh mereka yang bekerja di bidang teknologi dan hiburan, para citizen broadcaster (penyiar warga) dan bahkan politisi. Tapi tidak semua orang menggemari atau menyukai aplikasi itu.

Apa itu Periscope?

Aplikasi ini dikembangkan oleh Kayvon Beykpour dan Joseph Bernstein, dan dibeli oleh Twitter pada Maret 2015 senilai $100 juta. Mereka memperoleh ide membuat aplikasi ini pada 2013, saat mencoba mencari tahu apakah mereka bisa pergi ke Taksim Square di Istanbul, Turki setelah muncul pemberitaan adanya kerusuhan. Mereka ingin tahu apa yang terjadi di berbagai tempat secara real time, lewat mata orang-orang yang ada di sana.

Aplikasi ini memperoleh sejuta pengguna dalam 10 hari pertama sejak dirilis di iPhone dan memperoleh lebih banyak pengguna sejak dirilis di Android pada Mei 2015.

Apa kegunaan Periscope?

Periscope mengizinkan pengguna menyiarkan video dari smartphone secara langsung, dan bisa digunakan berhubungan dengan Twitter, mengizinkan para pengguna untuk membuka link yang tercantum di Twitter untuk menonton video itu.

Untuk saat ini, Periscope adalah aplikasi live-streaming satu-satunya yang ada. Banyak pihak yang mencoba membuat aplikasi serupa tapi gagal misalnya Meerkat. Periscope menawarkan layanan yang serupa dengan Meerkat, tapi mengizinkan pengguna mengaktifkan fitur supaya siapapun bisa memainkan kembali video yang disiarkan.

Siapa yang menggunakan Periscope?

Aplikasi ini menjadi pembicaraan di dunia teknologi, menarik perhatian para broadcaster dan perusahaan media, yang menyadari aplikasi itu menyediakan metode yang sangat murah untuk meraih audiens baru, tulis the Daily Telegraph. Tapi para musisi juga menggunakan aplikasi ini, dan bahkan Perdana Menteri Inggris juga adalah penggemar aplikasi ini.

David Cameron memakai Periscope untuk menyiarkan nomor pasca PEMILU. Presenter Sky News Kay Burley dan reporter CNN Max Foster juga sempat menggunakan aplikasi ini untuk menyiarkan berita mereka.

Sementara Rolling Stone menggunakan Periscope untuk menyiarkan pertunjukkan rahasia mereka di LA pada bulan Mei. The Telegraph juga memberitakan jika lebih dari 40 pengarang menggunakan aplikasi itu, untuk menunjukkan kepada para penggemar buku apa yang mereka kerjakan saat ini dan membaca naskah buku yang sedang mereka garap kepada para penggemar.

Apa kelemahan Periscope?

Kemampuan untuk menayangkan langsung yang dimiliki Periscope membuat aplikasi ini dikritik karena bisa digunakan untuk menyiarkan tayangan bajakan. Misalnya saat aplikasi ini dirilis, beberapa pengguna menyiarkan episode perdana serial televisi HBO, Game of Thrones secara langsung lewat aplikasi itu. Periscope juga pernah dipakai untuk menyiarkan pertandingan tinju Flyod Mayweather-Manny Pacquiao. Padahal pertandingan ini disiarkan dengan model pay-per-view di mana para penonton harus membayar $90 untuk menontonnya.

Tapi pencipta aplikasi itu berpendapat jika Periscope bukanlah aplikasi yang baik digunakan untuk membajak. CEO Periscope Kayvon Beykpour berkata: “Ya, Anda bisa menonton Game of Thrones dan mengarahkan kamera ponsel ke layar televisi, tapi hal ini sebenarnya cara yang buruk untuk menonton Game of Thrones dan ada banyak cara yang lebih baik untuk membajak Game of Thrones dibandingkan lewat Periscope.”

Beykpour juga menekankan bahwa Periscope punya prosedur dan kebijakan untuk mengatasi hal-hal semacam ini. Mereka mencekal pengguna yang menggunakan aplikasi mereka untuk menyiarkan konten berhak cipta dan pornografi. “Semua hal itu dicekal dari platform kami dan kami memiliki pengawasan untuk keduanya,” katanya.

Apa masa depan Periscope?

Layanan ini masih baru, dan banyak aplikasi muncul serta menghilang. Jadi kita masih perlu melihat nasib Periscope, apakah mereka akan tetap bertahan. Aplikasi ini pada akhirnya akan digunakan sebagai alat marketing, sepertinya halnya kebanyakan aplikasi dan layanan jejaring sosial. Tapi pembajakan siaran dan video akan tetap jadi masalah untuk Periscope.

Dalam event Wimbledon tahun ini, Roger Federer menyebut penayangan turnamen tenis itu lewat Periscope sebagai momen yang unik, tapi event organiser juga melarang para penonton untuk menggunakan aplikasi yang sama untuk menayangkan pertandingan.

Secara teknis, event-event pertandingan olahraga langsung tidak dibahas oleh hukum hak cipta, tapi event organiser bisa membuat kontrak dengan pembeli tiket untuk tidak menyiarkan event seperti yang dilakukan Wimbledon. Tapi Periscope termasuk teknologi baru, dan seperti teknologi baru lainnya, hukum belum mengatur penggunaannya.

Sumber: TheWeek.co.uk

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge