0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panwaslu Akui Kesulitan Tindak Kampanye Via Medsos

Ilustrasi pilkada

Solo – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo mengaku kesulitan memantau kampanye di media sosial (Medsos). Pasalnya, kampanye di medsos tidak diatur secara khusus dalam peraturan perundangan-undangan.

“Dalam aturan Undang-undang Pilkada hanya mengatur kampanye melalui media cetak seperti surat kabar, majalah dan kampanye melalui media elektronik seperti televisi dan radio. Untuk akun media sosial belum ada aturannya. Jadi, kami tidak bisa memberi sanksi,” kata Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta kepada wartawan, Minggu (2/8).

Sumanta mengakui, dua pasangan bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota sudah memulai kampanye di Medsos meski tahapan kampanye belum dimulai.

“Kami memantau di akun media sosial seperti facebook, BBM, website resmi, serta akun twitter yang sudah ramai. Mereka saling melontarkan berita-berita tentang calon yang diusung,” terang dia.

Sebagaimana diketahui, dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Solo 2015 telah melaunching website dan akun Medsos. Pasangan FX Hadi Rudyatmo yang diusung PDIP melaunching website www.pilkadasolo.com. Sementara pasangan Anung Indro Susanto-M.Fajri yang diusung Koalisi Solo Bersama (KSB) meluncurkan website www.solobersama.com

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya masih menunggu penetapan bakal calon kepala daerah menjadi calon kepala daerah oleh KPU Solo pada 24 Agustus mendatang. Setelah ada penetapan calon, Panwaslu baru bisa melakukan penindakan pelanggaran kampanye.

“Kalau sekarang kedua pasangan bebas sosialisasi. Karena memang mereka belum ditetapkan sebagai calon,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge