0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tingkat Partisipasi Menurun, Mayoritas Memilih Karena Materi

timlo.net/daryono

Seminar politik tentang partisipasi KPU Solo

Solo – Dari pemilu 1999 hingga pemilu 2014, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu terus menurun. Partai politik dan kandidat menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi tingkat partisipasi.

“Ketika bicara target partisipasi, senantiasa bebannya di KPU. Padahal penentu partisipasi bukan di KPU. KPU sebatas meninformasikan agar pemilih bisa memilih dengan baik. Untuk pemilih mau datang ke TPS maka mobilisasinya ada di parpol dan kandidat,” kata Komisioner KPU RI, Sigit Pamungkas saat menyampaikan materi dalam Seminar Politik “Potret Buram Partisipasi Pemilih Pemilu : Move On”, Jumat (31/8).

Seminar Politik yang digelar KPU Solo itu menghadirkan tiga pembicara. Selain Sigit, tampil dua pembicara lainnya yakni Dosen Universitas Leeds Inggris, Dr Adam Tyson dan Dosen Fisip Undip Semarang, Muchamad Yuliyanto.

Menurut Sigit, partisipasi pemilih dalam Pemlu pasca reformasi terus menurun 10 persen. Pada Pemilu 1999 partisipasi pemilih sebesar 90 persen, Pemilu 2004 sebesar 80 persen dan pada 2009 sebesar 70 persen.

Di sisi lain, imbuh Sigit, partisipasi pemilih juga menghadapi tantangan berkaitan mutu dan kualitas partisipasi. Aktivitas pemilih belum menjadi fungsi reward dan punishment terjadap sosok pemimpin yang ada.

“Kedepan, harapan kita partisipasi bisa lebih membumi,” kata dia.

Sementara, Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo mengungkapkan dari hasil riset yang dilakukan pihaknya meski angka partisipasi cukup bagus, namun partisipasi pemilih ternyata didorong oleh pemberian yang bersifat materi. Partisipasi pemilih dalam pemilu belum didasari keinginan memajukan nilai-nilai demokrasi.

“Di Solo, kita fokus pada pemilih pemula. Ada sekitar 200 respon dengan usai 17-22 tahun. Hasilnya, mereka memilih, mayoritas karena ada pemberian,” ungkap dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge