0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, droping Air Bersih Dilakukan Bertahap

foto: Nanin

Warga Musuk antri untuk mendapatkan bantuan air bersih.

Boyolali – Droping air bersih sudah dilakukan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali. Untuk tahap pertama dilakukan di Kecamatan Musuk.

“Kita lakukan secara bertahap dan berdasarkan permintaan desa,” ujar Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Setda Kabupaten Boyolali, Dadar Harwananto, Jumat (31/7).

Dijelaskan, untuk droping air, pihaknya menunggu pengajuan dari desa. Sehingga desa diharapkan bisa lebih proaktif dalam mengatasi kemarau panjang ini. Tahap pertama droping dilakukan di Desa Sumur, Lanjaran, Jemowo, Sruni, Ringin Larik, Mriyan dan Sangup, Kecamatan Musuk.

Bantuan air bersih nanti akan dimasukkan ke dalam bak-bak penampungan air yang kemudian pembagianya diserahkan ke pihak desa. Hanya, karena banyak bak penampungan yang bocor, distribusi air akan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Wargapun akhirnya datang dengan membawa derigen atau ember.

“Armada Kami sangat terbatas,air yang dikirim kita harapkan bisa langsung habis diambil warga,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Jemowo, Karmo (67), mengaku sudah sebulan ini kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber-sumber air yang ada sudah tidak mencukupi untuk diambil.

Sedangkan bila membeli air dalam tangki, Karmo mengaku tidak sanggup mengingat harganya sudah sangat mahal. Yang dulunya pertangki seharga Rp 70 Ribu kini naik hingga Rp 100 Ribu. Satu tangki air digunakan untuk memasak, minum dan mandi, untuk satu bulan.

Sementara selain wilayah Musuk, bantuan air bersih juga akan disalurkan ke wilayah Boyolali Utara, seperti Wonosegoro, Kemusu dan Juwangi. Untuk wilayah tersebut bantuan air dilakukan langsung oleh Bakorwil II Wilayah Surakarta, PMI, PDAM dan swasta. Namun bagi pihak swasta yang ingin memberikan bantuan air, tidak ada persyaratan khusus.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge