0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Harus Pikir-pikir Beli Alutsista

dok.merdeka.com

Ryamizard Ryacudu

Timlo.net – Pembelian alat utama sistem pertahanan (Alutsista) canggih saat ini perlu dihitung secara cermat. Yang utama adalah pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jangan membeli (alutsista) yang bagus-bagus kalau tidak ada uangnya. Alutsista kita tidak bagus tapi militansi kita kuat. Bangsa Indonesia harus melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menyiapkan SDM agar tak larut dalam gelombang perubahan global,” kata Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Jumat (31/7).

Ryamizard juga menegaskan kini kekuatan Indonesia berada pada urutan 12 dunia dimana sebelumnya berada di posisi peringkat 19. Dia berharap agar peringkat tersebut terus naik menjadi 10 besar.

“Ini bukan masalah alutsista saja, tapi mekanisme. Bukan ditentukan oleh alatnya saja, tapi sumber daya manusianya,” tuturnya.

Menurutnya sejauh ini ancaman yang bersifat antar-negara tergolong kecil sekali, bahkan hampir tidak ada. Posisi Indonesia pada lingkup ASEAN, membuat segala masalah sudah didialogkan terlebih dahulu sebelum benar-benar meletus.

Bahkan menurut Ryamizard, Australia tidak dipandang Indonesia sebagai sebuah ancaman tetapi Australia yang menganggap Indonesia sebagai ancaman.

“Ancaman dari non-militer yang nyata untuk kita teroris, radikalisasi, separatis, dan pemberontakan,” ucapnya.

Lanjut dia, selain itu permasalahan terkait ancaman yang lain berupa bencana alam. Ada pula ancaman pelanggaran perbatasan, perampokan, pencurian sumber daya alam, wabah penyakit, dan perang siber.

“Permasalahan yang nyata antara lain permasalahan pertahanan negara misalnya wilayah perbatasan, disintegrasi bangsa, menurunnya nasionalisme, semangat kebhinekaan dan rasa nasionalisme yang mengarah kepada menurunnya kesadaran bela negara,” tandasnya.

Forum Group Discussion yang dibuka oleh Ryamizard ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi intensif, diikuti oleh stakeholder yang terdiri dari kementerian atau lembaga negara dengan menghadirkan narasumber Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Gubernur Lemhanas, Deputi VI Kemenko Polhukam, dan pemerhati bela negara dan Forum Bela Negara.

[efd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge