0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lahan Kuburan Dikorupsi, Camat dan Mantan Lurah Ditahan

dok.merdeka.com
ilustrasi tahanan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kejaksaan Negeri Bekasi, Jawa Barat, menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi lahan tempat pemakaman umum di Perumahan Bekasi Timur Regency, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kamis (30/7) petang tadi. Dua tersangka ditahan adalah Camat Bantar Gebang, Nurtani dan bekas Lurah Sumur Batu, Sumyati.

Nurtani dititipkan di LP Bulak Kapal, Bekasi. Sedangkan, Sumyati dititipkan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

“Setelah diperiksa sejak pukul 09.00, penyidik memutuskan untuk menahan tersangka N dan S,” kata Kajari Bekasi, Enen Saribanon, Kamis (30/7).

Enen mengatakan, dua tersangka ini sebenarnya sudah harus ditahan sejak pekan lalu. Tetapi, saat dipanggil dua kali, Nurtani dan Sumyati tidak hadir alasan sakit.

“Untuk membuktikan apakah keduanya benar sakit sampai dua kali penggilan, kami juga sempat memangil dua dokter yang mengeluarkan surat keterangan sakit,” ujarnya.

Sementara itu, satu tersangka lain dalam kasus tersebut, Gatot Sutedja hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Tersangka sudah ditetapkan sebagai DPO sejak kalah praperadilan beberapa waktu lalu.

Sepeti diketahui, Kejaksaan Negeri Bekasi menyidik kasus dugaan korupsi atas peralihan lahan TPU di Perumahan Bekasi Timur Regency seluas 1,2 hektar. Lahan tersebut merupakan aset pemerintah, namun kini berdiri ratusan rumah.

Adapun pengembang mengganti lahan itu tak jauh dari perumahan. Namun, hingga saat ini statusnya masih milik pengembang. Karena itu, seolah-olah terjadi tukar guling. Akibat kasus itu, negara dirugikan senilai Rp 4,1 Miliar.

[gil]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge