0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Final Piala Polda Leg II

Berujung Ricuh Sesama Suporter Persis

timlo.net/aryo yusri

Keributan suporter Persis

Solo — Laga final Piala Polda Jateng antara Persis Solo kontra PSIS Semarang berujung rusuh antar sesama suporter Persis Solo. Terjadi kericuhan suporter sesaat menjelang laga usai, atau saat memasuki injury time.

Ainudin Defira masuk menggantikan Ferryanto di awal babak kedua. Saddam Husein pun menempati posisi ujung tombak. Persis terus memberikan tekanan untuk segera mencetak gol. Namun barisan pertahanan PSIS masih cukup kuat.

Persis mulai frustasi lantaran kesulitan membongkar pertahanan PSIS. Sebaliknya, PSIS mulai mampu memanfaatkan kelengahan Persis Solo dengan serangan balik mematikan. PSIS mengandalkan tembakan spekulasi second line yang cukup merepotkan.

Pertandingan sempat terhenti pada menit 64, karena adanya petasan yang masuk ke lapangan. Kiper PSIS, Saiful Amar ditarik keluar digantikan Catur Black. Pertandingan sempat memanas saat Ainudin Defira dilanggar di kotak terlarang, namun wasit bergeming.

Persis kembali melakukan pergantian pemain, gelandang Dedy Cahyono digantikan striker Chandra Waskito. Persis memang kesulitan menembus pertahanan PSIS. Peluang Persis lewat Ainudin Defira masih tipis di atas gawang PSIS.

Memasuki injury time, laga harus dihentikan karena hakim garis Sumanto, tergeletak di lapangan karena terkena lemparan dari arah penonton. Kericuhan merembet hingga di tribun timur antar suporter Persis Solo sendiri. Terjadi pelemparan petasan terjadi antara suporter di tribun B6 dan B7. Para pemain kedua tim masih berada di tengah lapangan.

Kedudukan 0-0 bertahan hingga laga usai. Hasil kacamata menghiasi pertandingan leg kedua final Piala Polda Jateng.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge