0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMKM Harus Ubah Kekhawatiran Jadi Peluang

Seminar Sinergitas Pengembangan UMKM dalam Era MEA, di Universitas Sebelas Maret (dok.timlo.net/tyo eka)
Solo —┬áMau tidak mau, mampu tidak mampu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia akhir tahun 2015 masuk ke dalam Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Tidak bisa dipungkiri peran penting UMKM dalam penyerapan tenaga kerja dan katup pengaman perekonomian nasional di saat krisi ekonomi. Namun demikian banyak pihak meras kawatir dan cemas akan kemampuan UMKM dalam kancah perdagangan MEA.

“UMKM sebagai wirausaha tentu saja akan berusaha merubah kekawatiran tersebut menjadi peluang baru untuk mengembangkan usaha,” jelas Ketua Paniti 4th UNS SME’s SUMMIT dan Awards 2015, Erlyna Wida Riptanti di sela-sela Seminar Sinergitas Pengembangan UMKM dalam Era MEA, di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Kamis (30/7).

Kondisi ini disadari oleh banyak pihak untuk memberdayakan UMKM guna meningkatkan kesiapannya menghadapi era MEA melalui berbagai sinergitas antar stakeholder. Pihak-pihak tersebut diantaranya baik personal, pemerintah, perguruan tinggi maupun lembaga swadaya masyarakat.

Oleh karena itu, kata Erlyna, mulai tahun 2012 Pusat Studi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret (PSP-KUMKM LPPM UNS) telah memberi penghargaan kepada perorangan maupun lembaga yang berperan dalam pemberdayaan UMKM yang dikemas dalam acara UNS SME’s Summit dan Awards.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge