0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Abu Gunung Raung Ancam Ketersediaan Tembakau Nasional

dok.timlo.net/nanin
Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Budidoyo (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Meletusnya Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur, berimbas pada ketersediaan tembakau secara nasional. Akibat abu Gunung Raung, setidaknya ada 17.000 hingga 20.000 hektar tembakau di Jatim gagal panen.

“Jatim ini menyuplai terbesar tembakau secara nasional,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Budidoyo, di Boyolali, Kamis (30/7).

Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, penyuplai terbesar tembakau adalah wilayah Madura. Dampak letusan Gunung Raung bakal mengurangi suplai tembakau skala nasional. Kebutuhan tembakau nasional mencapai 300.000 ton. Namun produksi tembakau dalam negeri sendiri belum mencukupi kebutuhan tersebut. Produksi nasional tembakau baru mencapai 200.000 ton.

“Suplainya akan semakin berkurang karena Gunung Raung, ya mau tidak mau, Indonesia tetap melakukan impor tembakau,” katanya.

Selain abu Gunung Raung, musim kemarau juga mempengaruhi pertumbuhan tembakau. Khususnya budidaya tembakau di lahan kering. Sehingga pertumbuhan tembakau tidak begitu bagus. Meski saat ini harga tembakau sangat bagus.

“Harapan Kita harga akan tetap bagus menjelang panen raya nanti,” imbuhnya ditemui saat menghadiri Muscab APTI Boyolali.

Lebih lanjut Budidoyo mengimbau kepada petani tembakau untuk melakukan kemitraan dengan pabrik rokok. Dimana nantinya, petani bisa mendapatkan pendampingan tentang budidaya tembakau, termasuk pemanfaatan tekhnologi agar mendapatkan tembakau berkualitas.

Dengan kemitraan ini, petani akan mendapatkan pendampingan dalam budidaya tembakau. Juga ada alih teknologi dan mendapatkan harga jual tembakau yang lebih bagus. Terkait import tembakau, APTI berharap pemerintah melakukan kemitraan dengan produsen, agar komoditas tembakau impor tersebut bisa dibudidayakan di Indonesia. Salah satu tembakau impor yang bisa dibudiyakan di Indonesia adalah jenis Virginia.

 

“Kesejahteraan petani nanti akan lebih meningkat,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge