0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hotma Sitompoel Berksikukuh Margriet Tak Bersalah

dok.merdeka.com

Sidang praperadilan kasus Angeline

Timlo.net – Dalam sidang putusan praperadilan penetapan tersangka Margriet Christina Megawe, kuasa hukum Hotma Sitompoel membacakan kesimpulan penolakan penetapan tersangka terhadap kliennya. Dia beralasan bahwa semua alat bukti yang dikumpulkan penyidik hanya berdasarkan dari keterangan tersangka lain, Agustinus Tai Andamai (25).

Hal yang lebih meyakinkan Hotma, bahwa Margriet tidak bersalah soal pakaian Agus (baju dan celana) serta boneka kesayangan Angeline yang ditemukan saat penggalian jasad korban di dekat kandang ayam pekarangan rumah, Rabu 10 Juni 2005. Katanya, dalam keterangan awal yang tertuang di BAP, di mana Agus bermaksud meletakkan seluruh pakaiannya dan boneka kesayangan Angeline, dimaksudkan untuk tujuan ritual.

Pada BAP Agus, hal itu dilakukan sebagai kepercayaannya bilamana membunuh seseorang harus meletakkan seluruh pakaian pembunuh agar arwah terbunuh tidak gentayangan dan menghantui pembunuh.

“Jelas dalam keterangan awal Agus, alasan dirinya meletakan bajunya dan celana serta boneka milik Angeline, pada jasad Angeline untuk tujuan sebuah kepercayaan yang diyakininya. Hal itu bertujuan agar dirinya tidak dihantui dan arwah korban tidak gentayangan,” papar Hotma, Rabu (29/7).

Saat mengawali kesimpulan penolakan, Hotma membacakan bahwa dalam keterangan awal Agus ditetapkan sebagai pelaku utama dengan sara memperkosa dan membunuh, kemudian berujung kepada penetapan Margriet sebagai tersangka. Dirasakan perlu untuk dihadirkannya penyidik yang memeriksa perkara pembunuhan Angeline dengan tersangka Agus.

“Perlunya menghadirkan saksi penyidik dari tersangka Agus. Guna mengetahui secara detail dan terbuka dasar penetapan perubahan status tersangka dari Agus yang berubah dari keterangan awal membunuh hingga kemudian menyebut orang lain yang membunuh,” tutur Hotma di ruang Sidang Utama, PN Denpasar Bali.

Banyak kejanggalan menurutnya soal penetapan tersangka Margriet yang didasari alat bukti berdasarkan keterangan dari tersangka awal (Agus). Di mana semua alat bukti yang dikumpulkan penyidik, bukanlah berdasarkan temuan olah TKP (tempat kejadian perkara-red) di Jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar. Alat bukti material yang ditemukan penyidik untuk menjerat Margriet, diambil dari keterangan Agus yang semula ditetapkan sebagai tersangka.

Lanjutnya, semua alat bukti berupa bambu, cangkul, lobang tanah, kain, serta temuan darah, seluruhnya dibacakan oleh Agus yang tertuang dalam berkas acara pemeriksaan.

“Semua alat bukti tersebut adalah bukti temuan penyidik yang didapat justru dari keterangan Agus, untuk kemudian dikatakan sebagai alat bukti temuan yang digunakan untuk menetapkan Margriet sebagai tersangka,” baca Hotma.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge