0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Status PNS Belum Dilepas, Panwaslu Desak Anung

timlo.net/daryono

Anung Indro Susanto

Solo — Hingga resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Selasa (28/7), bakal calon walikota dari Koalisi Solo Bersama (KSB), Anung Indro Susanto, belum mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Anung berdalih belum mundur lantaran saat pendaftaran aturan belum mengharuskan dirinya mundur.

“Sesuai PKPU (Peraturan KPU) No 12 bahwa kami di dalam pendaftaran melampirkan surat pengunduran diri saat ditetapkan sebagai calon,” kata Anung usai mendaftar di kantor KPU Solo, Selasa (28/7).

Untuk diketahui, penetapan bakal calon menjadi calon dilakukan KPU pada 24 Agustus 2015. Meski demikian, Anung mengaku tidak akan menunggu penetapan calon. Anung menyatakan akan mundur awal Agustus mendatang.

Disinggung status kerjanya saat mendaftar, Anung mengaku ijin tidak masuk kerja. Saat melakukan tes kesehatan Rabu (29/7) besok, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat PP PA dan KB ini juga mengungkapkan akan ijin.

“Hari ini ijin. Besok saya juga akan ijin. Kalau tidak ijin kan saya juga tidak bisa mendaftar hari ini,” ujar dia.

Sikap Anung tersebut berbeda dengan pernyataan sebelumnya saat Anung ditetapkan sebagai bakal calon walikota KSB. Kala itu, Anung mengaku akan mundur saat dirinya mendapat rekomendasi dari masing-masing DPP parpol KSB.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo, Sri Sumanta mengatakan meski Undang-Undang Pilkada membolehkan bakal calon berstatus PNS belum mundur saat pendaftaran, mengacu Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), PNS jelas dilarang berpolitik.

“Tadi pak Anung kan sudah orasi. Artinya sudah masuk politik. Kami cenderung pada UU ASN. Ketika sudah bergabung dengan parpol ya mestinya dia mundur,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge