0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalur Alternatif Lebaran Tidak Difungsikan

dok.timlo.net/tarmuji
Jalur alternatif di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Jalur alternatif untuk arus mudik dan balik Lebaran di Wonogiri tahun 2015 ternyata tidak difungsikan sama sekali. Hal ini menyusul masih relatif lancarnya arus lalu-lintas pada jalur utama.

“Pada arus mudik maupun balik Lebaran tahun ini tidak terpantau terjadinya kemacetan berarti. Arus lalu-lintas pada jalur utama masih terbilang lancar. Memang pada beberapa ruas sempat berlangsung pelambatan laju kendaraan tapi tidak total,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Wonogiri, Ismiyanto, Senin (27/7).

Dikatakan, pihaknya bekerjasama dengan institusi lainnya seperti Polres maupun Organisasi Angkutan Darat (Organda) telah memetakan jalur mudik dan balik Lebaran 2015 sekaligus jalur alternatif saat terjadinya kemacetan.

“Memang Lebaran tahun ini jalur alternatif tidak difungsikan. Sampai saat ini pun jalur alternatif yang kami sediakan belum dilalui pemudik,“ katanya.

Menurutnya, pada H-1 hingga H+1 sempat terjadi pelambatan arus kendaraan di sekitar wilayah Kecamatan Wonogiri serta Kecamatan Baturetno. Kendaraan menjadi lambat terutama mendekati titik-titik kemacetan. Seperti dekat pasar atau pusat perbelanjaan maupun obyek wisata.

“Tapi tetap melaju di jalur utama. Kami bersama anggota kepolisian hanya mengatur memperlancarnya,“ terangnya.

Ditambahkan, meski  tidak terfungsikan, dirinya menyebut, jalur alternatif tetap disediakan. Sejumlah jalur alternatif, di antarnya jalur di sebelah barat pasar kota, untuk antisipasi kemacetan di depan Pasar Kota Wonogiri. Sedang kemacetan di Jl Kartini sebelah barat komplek Setda disediakan jalur alternatif di jalan sebelah selatan Setda.

Jalur alternatif sedianya juga disediakan bagi arus menuju Ngadirojo dari Wonogiri. Yakni melewati Alas Kethu dan memutar melewati desa Wonoharjo serta berakhir di Desa Mlokomanis kecamatan Ngadirojo. Juga jalur di pinggir Waduk Gajah Mungkur (WGM), yang berawal dari bangjo Pokoh dan berakhir di Desa Pondok Kecamatan Ngadirojo.Takubahnya  juga jalur alternatif di samping Terminal Tipe A Krisak Selogiri bagi arus menuju Klaten.Untuk menghindari kemacetan pasar tumpah di Baturetno, ada jalur alternatif di Desa Temon.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge