0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penulis Status Ancaman Facebook Kepada Jokowi Minta Maaf

Status Dudi Hermawan

Dok: Timlo.net/Baranews.co

Status Dudi Hermawan

Timlo.net—Penulis status bernada ancaman kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Facebook, Dudi Hermawan mengaku menyesal dengan status yang ditulisnya di jejaring sosial itu dan meminta maaf.

“Benar, Pak, saya sangat menyesal sekali dengan hal ini,” kata Dudi saat ditemui saat Ketua DPD Bara JP Kepri, Birgaldo Sinaga dan wartawan baranews.co, Thamrin Pasaribu di kediaman Dudi Hermawan di bilangan Batam Center, Kepri, Sabtu, (25/7/2015).

“Andai saya bisa bertemu dengan Pak Jokowi saya ingin sekali minta maaf dan sungkem, Pak,” tambah Dudi.

Sebelumnya, status Dudi sempat menjadi topik hangat di Facebook. Pada Senin, 20 Juli pukul 23:13 WIB, Dudi sempat menulis di Facebook: ““Presiden macam manalah kau ini…!! Kerja..Kerjaa..Kerjaaa…Kerjaanmu cuman nonton bioskop ma konser doank ternyata..!! Kalo kau bukan muslim, ku tebas lah kepala kau nich !!…”

Status ini lantas menyebar di jejaring sosial dan dibahas oleh para netizen. Status yang ditulis Dudi dianggap sebagai pesan berisi ancaman terhadap keselamatan terhadap Jokowi sebagai kepala negara dan pemerintahan. Pada 21 Juli, dia mengaku jika dia memperoleh pesan di Inbox dari teman-temannya di Facebook berisi permintaan untuk menghapus status itu. Sayangnya dia mengaku tidak bisa log in ke akunnya.

Selain membahas dan menyebar status itu, para netizen rupanya beramai-ramai membalas ancaman Dudi. Bahkan ada yang berusaha mencari dan mengejar Dudi.

“Saya kelepasan Pak. Sebenarnya itu respon saya atas peristiwa Tolikara, kok Presiden Jokowi tidak merespon kejadian Tolikara. Malah menonton bioskop,” kata Dudi.

Setelah menerima banyak ancaman, keluarga besarnya menjadi gusar dan kuatir terhadap keselamatannya. “Sekarang saya menutup semua akun Facebook, Linked dan Instagram, Pak. Saya tidak mau aktif lagi,” tambahnya.

Dudi mengaku jika dia tidak memiliki niat untuk mengancam keselamatan Jokowi. Bahkan Dudi berkata jika dia merupakan pendukung setia Jokowi. Saat Pilpres 2014, dia bersama rekan kerjanya mendukung dan mengkampanyekan Jokowi melalui dunia maya.

Bahkan dia dan Jokowi adalah sesama alumnus UGM. Dudi memperoleh gelar diploma di Politeknik Mesin UGM akhir tahun 1998, lalu melanjutkan S1 di Fakultas Teknik Mesin UGM dan lulus tahun 2000.

“Itulah sebabnya saya dulu mendukung Jokowi. Kami sama-sama alumnus Gajah Mada,” terang Dudi.

“Demi Allah Pak, saya sangat menyesal dan minta maaf atas kelepasan dan khilaf saya,” kata Dudi mencoba meyakinkan. “Jika diberikan kesempatan saya ingin sungkem kepada beliau,”tambahnya pula.

Tapi rupanya penyesalan Dudi diragukan oleh para netizen. Paling tidak terlihat dari komentar beberapa pembaca di situs Baranews.co. “Maaf sih bisa bung tapi hukum ttp berjalan sesuai undang-undang,” tulis Satria Gagah Berani.

“Menyesal sih menyesal.. Tp namanya Aturan atau Undang” harus tetap ditegakkan, diikuti.. Ntar ada jg orang yg stlh menebas leher seseorang, lalu menyesal, kasus selesai. Saya kira tdk segampang itu…,” tulis Joncious Manik.

Ada juga yang menganggap penyesalan Dudi sebagai langkah yang baik. “Ya, so far so good lah, beliau juga udah ngaku salah, setidaknya jangan sampai terulang lagi. Apabila bisa ditempuh dengan jalur damai ya lebih baik, tetapi jika tidak ya hukum tetap berjalan,” tulis Wegi Randol.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge