0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mentan : Panen Padi Petani Jangan Dijual ke Tengkulak

timlo.net/aditya wijaya

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kemeja putih) saat panen padi di persawahan Karangdowo Klaten

Klaten – Menteri Pertanian berjanji akan menggelontarkan sejumlah bantuan kepada petani bila produksi padi terus ditingkatkan. Hal itu disampaikan saat pelaksanaan panen perdana Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) padi di Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Senin (27/7).

“Bila kenaikan produksi bisa diraih sekitar 2 juta ton dan Indonesia mampu meningkat sebanyak 20 juta ton, swasembada pangan pasti di tangan dan tidak akan mengimpor beras lagi. Maka, pemerintah melalui Kementrian Pertanian berupaya meningkatkan bantuan kepada petani yang sudah rela bekerja keras,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Andy Amran Sulaiman, Senin (27/7).

Dijelaskannya, belum lama ini Presiden Jokowi telah menandatangani penyertaan modal sekitar tiga triliun rupiah kepada Badan Urusan logistik (Bulog). Dana itu digunakan untuk menyerap seluruh hasil panen padi dan beras petani dengan harga yang bagus.

Maka, Amran berpesan kepada petani agar tak menjual hasil panennya kepada tengkulak. Selain harganya rendah, tengkulak juga membuat rantai distribusi beras ke masyarakat menjadi panjang sehingga harganya menjadi mahal.

“Total dana Bulog termasuk PSO (public sharing obilgation) kurang lebih Rp 30 Triliun. Jangan jual panen padi kepada penebas dengan harga murah. Tapi serahkan pada Bulog yang siap membeli dengan harga wajar,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Klaten, Sunarno. Ia meminta petani tak buru-buru menjual hasil panen kepada tengkulak dengan sistem ijon atau dijual sebelum panen tiba.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge