0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketiga Kalinya Sambangi Klaten, Menteri Pertanian Panen Padi

timlo.net/aditya wijaya

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kemeja putih) panen padi di Karangdowo Klaten

Klaten – Menteri Pertanian melaksanakan panen perdana Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) padi di Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Senin (27/7). Kunjungannya di kabupaten berjargon bersinar ini merupakan yang ketiga kalinya semenjak Januari 2015 lalu.

“Total luas panen di Jawa Tengah pada Juli-September mencapai 500 ribu hektar. Bila hasilnya rata-rata 6 ton, di sini (Jateng) bisa menghasilkan padi sekitar 3 juta ton. Harapan kami, Bulog bisa menyerap minimal 500 ribu ton,” sebut Menteri Pertanian, Andy Amran Sulaiman, Senin (27/7).

Dalam sambutannya, menjabat sebagai menteri sekitar sembilan bulan tapi baru sehari ini merasakan jabatannya bisa melihat padi di Klaten yang sangat menggembirakan ini. Bila seluruh daerah di Indonesia mengalami hal yang demikian, maka Indonesia bisa swasembada pangan (beras) dan tidak menjadi importir lagi.

“Berkat kerja keras petani Klaten dan Jawa tengah umumnya yang mampu mendukung ketersediaan beras 30 persen, kita tidak akan impor beras lagi,” katanya.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Karangdowo, Siswana Edy menerangkan, program GPPTT di wilayahnya dilakukan oleh 30 kelompok tani atau sekitar 150 orang dari 48 kelompok yang ada. Padi jenis Mikongga yang ditanam sejak awal Mei dan panen 27 Juli ini berumur sekitar 90 hari di lahan seluas 15 hektar.

“Padi dengan keungggulan peranakan banyak, daya tahan terhadap serangan hama tinggi, dan rasanya pulen. Hasil uji petik ubinan sekitar lima hingga enam kilogram atau sekitar sembilan hingga 9,6 ton gabah kering panen. Kalau dinominalkan sebesar Rp 35 juta lebih,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge