0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Ribu Warga Rebutan Ketupat di Jurug

dok.timlo.net/heru mutdhani
Pekan Syawalan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Minggu (26/7) (dok.timlo.net/heru mutdhani)

Solo – Ribuan orang berebut dua buah gunungan ketupat dalam acara puncak Pekan Syawalan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Minggu (26/7). Mereka rela berdesakan dengan harapan bisa membawa pulang sejumlah ketupat. Hal ini bukan tanpa alasan. Mereka percaya bahwa ketupat yang didapatkan bisa membawa berkah tersendiri.

“Justru yang paling penting kupatnya ini, Mas. Saya tiap tahun datang ke sini untuk rebutan kupat,” ungkap salah seorang pengunjung TSTJ, Danardono.

Menurutnya, ketupat hasil rebutan ini sebagian akan dimakan dan sebagian lagi akan disebarkan ke sawah miliknya. Warga Sukoharjo ini percaya bahwa dengan menyebar ketupat ini, hasil pertaniannya akan meningkat dan terhindar dari serangan hama.

“Sebagian dimakan, sebagian disebar di sawah dan kebun, Mas,” katanya.

Tradisi ini telah berjalan selama bertahun-tahun. Konon, saat itu Joko Tingkir yang hendak naik tahta dengan nama Sultan Hadiwijaya juga pernah melakukan hal serupa kepada rakyatnya. Hal ini dilakukan terus menerus hingga sekarang.

Terpisah, Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan, panitia menyediakan 5.000 buah ketupat untuk dibagikan kepada pengunjung. Bimo mengatakan dalam puncak Pekan Syawalan ini, tak kurang dari 10.000 pengunjung memadati TSTJ.

“Saya belum hitung secara detailnya, namun perkiraan pengunjung hari ini saja mencapai 10.000 orang,” katanya.

Tahun ini pihak pengelola menargetkan total jumlah pengunjung yakni 75.000 pengunjung.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge