0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kirab Kenduri Rakyat, Hargai Perbedaan dan Pupuk Kerukunan

timlo.net/heru murdhani

Kirab kenduri rakyat masyarakat Joyoharjan

Solo – Budaya saling menghargai perbedaan dan memupuk kerukunan antar suku, budaya dan agama di Indonesia tercermin dalam kirab kenduri rakyat masyarakat Joyoharjan RT 03 RW 10 Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres. Mereka mengadakan acara halal bihalal dan kenduri rakyat, dengan dihadiri lintas suku, lintas agama dan lintas budaya.

“Acara ini mulai diselenggarakan beberapa tahun lalu, semua masyarakat berjabat tangan dan saling memaafkan. Kami harap bukan hanya acara seremonial saja, melainkan juga bisa untuk menjaga kerukunan masyarakat,” ungkap Ketua RT setempat, Amang Darwiyanto, Sabtu (25/7) malam.

Amang mengungkapkan, dalam kenduri ini diarak sejumlah lampion yang dibawa oleh anak-anak. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada anak sikap saling menghormati dalam perbedaan. Selain itu juga diarak sejumlah tumperng buah, yang menjadi gambaran dari pluralisme.

“Ada juga rombongan tretek kentongan sebagai sikap waspada masyarakat,” katanya.

Amang menuturkan, kegiatan ini selain untuk memupuk kerukunan juga untuk meningkatkan kepekaan dari pemerintah tentang kehidupan masyarakat yang plural. Sehingga dengan kepekaan itu setiap peraturan yang dikeluarkan pemerintah harus memandang azas keadilan.

Dia juga mengajak masyarakat Solo untuk mengedepankan komunikasi sehingga dapat meminimalisir kesalahpahaman yang dapat menimbulkan gesekan.

“Dengan kenduri ini kita berharap masyarakat bisa hidup berdampingan satu dengan lainnya, dan menghargai perbedaan,” kata Amang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge