0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2 Bandar Narkoba Antar Provinsi Ditangkap Polisi

(Ilustrasi) Narkoba (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Tim Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, Riau, menangkap dua orang diduga bandar narkoba antar provinsi, Supriadi alias Adi (35) dan Sutiman alias Timan (37). Dari tangan keduanya, polisi mengamankan barang bukti 5.000 butir pil ekstasi dan 500 gram sabu.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada merdeka.com mengatakan, penangkapan dilakukan Jumat (24/7) sekitar pukul 23.00 WIB, di salah satu rumah di Perumahan Kuantan Regency Paradise 22, Pekanbaru.

“Penangkapan dipimpin Kasat Reserse Narkoba Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza bersama sejumlah anggotanya. Tersangka sempat melawan dan terpaksa dilumpuhkan pada bagian kaki,” ujar Guntur, Sabtu (25/7).

Penangkapan ini, kata Guntur, berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa keduanya kerap menjual barang haram tersebut.

“Dua bulan lalu, tim Satuan Reserse Narkoba mendapat info ada seorang laki-laki yang berprofesi bandar narkoba yang siap mendatangkan ekstasi dalam jumlah besar,” jelas Guntur.

Berangkat informasi itu, polisi melakukan penyelidikan. Diketahui kalau barang haram tersebut didatangkan dari Malaysia. “Tim melakukan penyelidikan sejak awal Ramadan lalu terhadap target operasi,” kata dia.

Setelah mengumpulkan cukup bukti, tim melakukan pemesanan dengan cara undercover buy (penyamaran). Meski begitu, tersangka tidak langsung percaya hingga petugas melakukan pertemuan langsung dan meyakinkan sebagai pembeli.

“Setelah beberapa kali melakukan pertemuan secara langsung akhirnya mereka yakin dan bersedia menyediakan narkotika berupa 1 kilogram sabu dan 10.000 butir ekstasi dengan total Rp 1,5 miliar,” ucap Guntur.

Disepakati transaksi dilakukan di Pekanbaru. Tim menyiapkan tempat di Perumahan Kuantan Regency Paradise 22 untuk transaksi. Jumat (24/7) tersangka datang dari Medan, Sumatera Utara.

“Sampai di TKP, ternyata sasaran hanya membawa setengah dari pesanan dengan alasan ini transaksi yang pertama. Kalau lancar, dua hari kemudian sisa pesanan akan diantarkan,” jelas Guntur.

Saat mengeluarkan barang bukti, tim yang telah mengintai langsung melakukan penggerebekan. Saat ditangkap, tersangka sempat melakukan perlawanan dan berusaha kabur ke atas loteng rumah sehingga terjadi penembakan.

Lebih kurang 45 menit kemudian, tersangka berhasil ditangkap dengan luka tembak di kaki. “Selanjutnya tersangka diamankan bersama barang bukti ke Mapolresta Pekanbaru,” tambah Guntur.

Dipaparkan Guntur, barang bukti yang diamankan berupa satu kantong besar plastik bening yang diduga berisikan sabu seberat 500 gram, lima kantong plastik ukuran sedang berisi ekstasi. Masing-masing plastik berisi 1.000 butir ekstasi warna coklat muda lambang Mercy, satu pucuk senpi jenis FN dgn amunisi sebanyak 20 butir, satu pucuk softgun dan dua unit mobil sedan.

Hasil penyelidikan sementara, tersangka merupakan pemasok narkoba untuk wilayah Sumatera, mulai dari Lampung, Palembang (Sumatera Selatan), Bengkulu, Jambi, Pekanbaru, Medan dan Nangroe Aceh Darussalam.

“Tersangka masih dalam periksaan intensif di Mapolresta Pekanbaru,” pungkas Guntur. [cob]

Sumber: merdeka.com
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge