0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

42 Desa di Boyolali Mulai Dilanda Kekeringan

Lahan pertanian di wilayah Boyolali Utara dibiarkan tandus menyusul kekeringan yang melanda (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Musim kemarau di wilayah Kabupaten Boyolali mengakibatkan 42 desa di 6 kecamatan mengalami kekeringan. Akibatnya, 42 desa tersebut saat ini mulai kekurangan air bersih. BPBD Boyolali mengajukan anggaran untuk bencana kekeringan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Provinsi .

“Kita sudah ajukan dana tambahan ke BNPB sebesar Rp 200 juta,” ungkap Kepala BPBD Boyolali, Nur Khamdani, Jumat (24/7).

Dijelaskan, pengajuan anggaran tersebut, menyusul prediksi musim kemarau akan lebih panjang hingga bulan Desember nanti. Biasanya, puncak kemarau akan terjadi pada bulan Agustus-September. Kemarau panjang ini diprediksi akan semakin banyak desa yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Ini sudah ada beberapa desa di Musuk yang sudah mengajukan bantuan air bersih,” ujar Nur Khamdani.

Selain itu, BPBD juga melakukan kerjasama dengan berbagai instansi termasuk perusahaan swasta untuk membantu menyiapkan droping air. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali juga sudah menyiapkan anggaran Rp 105 juta untuk bencana kekeringan.

“Sudah ada sekitar 430 tangki air yang siap, itu dari Kesra, Bakorwil II Jateng dan PMI,” imbuhnya.

Sementara itu dari data yang ada di BPBD, kekeringan yang mulai melanda 42 desa di 6 kecamatan, di antaranya Musuk ada 15 desa, Karanggede ada empat desa, Wonosegoro 11 desa, Juwangi sebanyak 5 desa, Andong sebanyak satu desa, dan Kemusu 6 desa.

“Kita juga sudah koodinasi dengan 6 camat di wilayah kekeringan agar terus melaporkan perkembangan,” ujarnya.

Camat Musuk, Totok Eko YP membenarkan, saat ini sudah ada beberapa desa di Musuk yang mengajukan bantuan air bersih, yakni Desa Cluntang, Ringin Larik, Mriyan, Sangup, Lanjaran, Sumur, Jemowo, Dragan, dan Lampar.

“Setiap musim kemarau, di desa tersebut sering mengalami krisis air bersih,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge