0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PIlkada Boyolali

Golkar Kubu Sutomo Daftarkan Kepengurusan

dok.timlo.net/nanin
DPD Partai Golkar kepengurusan Sutomo versi Agung Laksono mendaftarkan kepengurusan mereka ke KPUD Boyolali sebagai syarat kepesertaan dalam Pilkada 2015 (dok.timlo.net/nanin)
Boyolali — DPD Partai Golkar Boyolali kepengurusan Sutomo, menyerahkan kepengurusan mereka ke KPUD dan Kesbangpolinmas. Penyerahan kepengurusan ini sebagai syarat kepesertaan dalam Pilkada 2015 nanti.
“Kita serahkan SK kepengurusan definitif dulu, nanti begitu SK definitif sudah ada akan kita susulkan,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar, Iswahyu Yuwono, Jumat (24/7).

Kedatangan pengurus DPD Partai Golkar versi Agung Laksono ini tanpa didampingi Ketua DPD, Sutomo. Pasalnya, Sutomo saat ini berada di DPP untuk mengurus SK Kepengurusan devinitif.

“Tadi (Sutomo) mau hadir, tapi ada undangan mendadak ke DPP untuk mengambil SK,” ujar Wahyu, panggilan akrabnya.

Terkait dualisme kepengurusan di tubuh Golkar, termasuk di tingkat DPD II, hal itu tergantung dari sisi mana melihatnya. Namun sesuai dengan aturan yakni Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM), tidak ada dualisme dalam tubuh Golkar karena kepengurusan versi Agung Laksono yang terdaftar. Hanya saja ketika muncul dualisme di tingkat personal, dalam hal Pilkada menurut dia tidak menjadi masalah.

“Hasil akhirnya kita serahkan ke KPU selaku penyelenggara Pilkada,” imbuhnya.Pihaknya juga telah melakukan penjaringan nama-nama calon yang maju dalam Pilkada. Kandidat tersebut di antaranya Sutomo, Fuadi, Sunyoto, Bambang Sutoyo, dan Seno Samodro. Nama-nama tersebut muncul dalam Rapimdasus tanggal 30 Juni lalu. Sementara terkait Koalisi Boyolali Bangkit yang digagas Golkar kubu Fuadi, dijelaskan hal itu di luar kewenangannya.

“Siapa nanti yang direkomendasikan, kita tunggu instruksi dari DPP,” tambahnya.

Dis isi lain, Ketua DPD Partai Golkar versi Aburizal Bakri, Fuadi, mengaku tetap akan mendaftar ke KPUD berdasar pada PKPU No 12/ 2015. Dimana dalam aturan tersebut dijelaskan, untuk partai yang tengah bersengketa dua-duanya bisa mendaftarkan ke KPU, dengan catatan calon yang diusung harus sama.

“Kita terus komunikasi dengan Pak Sutomo, dalam Pilkada tidak ada kubu-kubuan  karena nanti tergantung dengan rekomendasi,” tambahnya.

Sementara itu terkait dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Golkar, Ketua KPUD Boyolali, Siswadi Saptoharjono, menjelaskan, pihaknya tetap mengacu ada aturan, baik PKPU maupun pemerintah, dalam hal ini Kemenkum dan HAM. Sehingga partai yang tengah berseteru harus ada islah sesuai dengan ketentuan.

“Kami patuh pada aturan, kalau ada yang tidak sesuai aturan akan kami tolak,” tandasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge